HANKAM

Dankodiklatad Beberkan Kunci Utama TNI Buat Lumpuhkan Ancaman Multidomain, Apa Saja?

Pasis Dikreg LVI Sesko TNI
Kegiatan pembekalannya Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI TA 2026 di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kamis (1/10). (Foto: Dok. Kodiklatad)

Jakarta, IDM – Komandan Kodiklatad (Dankodiklatad) Letjen TNI Mohamad Hasan membeberkan sejumlah keahlian vital yang wajib dimiliki oleh para perwira TNI untuk melumpuhkan berbagai bentuk ancaman modern.

Hal ini dikatakannya saat pembekalannya kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI TA 2026 di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kamis (1/10).

Menurut Jenderal Bintang Tiga ini, perkembangan karakteristik perang modern kini tidak lagi hanya bertumpu pada pertempuran fisik di medan laga, melainkan telah meluas ke ranah multidomain, termasuk perang siber dan perang kognitif.

Baca Juga: Delegasi Angkatan Bersenjata Australia Tinjau Perawatan Rantis Bushmaster di Markas PMPP TNI

Ia pun menekankan tiga kunci utama dalam menghadapi skenario peperangan modern. Pertama, kemampuan berpikir kritis. Menurut Hasan, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ancaman yang serba cepat, para perwira dituntut untuk tidak mudah terkecoh. Kemampuan memilah fakta, menganalisis informasi secara objektif, serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat menjadi fondasi utama dalam menghadapi skenario peperangan modern.

Kedua, penguasaan literasi digital dan informasi. Hasan mengungkapkan untuk menghadapi perang kognitif dan disinformasi, pemahaman mendalam terhadap lanskap digital menjadi senjata penting.

"Perwira TNI harus mampu menguasai navigasi informasi guna mengantisipasi manipulasi persepsi yang dilakukan pihak lawan," tegas Hasan.

Ketiga, adalah adaptasi terhadap perang siber dan kognitif. Dankodiklatad menegaskan pentingnya fleksibilitas dan daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan karakteristik peperangan.

Baca Juga: Rincian Senjata yang Diserahkan Warga Ternate ke TNI AD: Ada Peninggalan VOC 1771

"Penanganan ancaman multidomain membutuhkan kesiapan infrastruktur serta pola pikir yang responsif terhadap domain siber maupun ruang kognitif masyarakat," kata Hasan.

Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh 212 perwira—terdiri dari 174 Pasis secara tatap muka dan 38 Pasis melalui daring—dengan didampingi oleh Direktur Doktrin (Dirdok) dan Direktur Pendidikan (Dirdik) Kodiklatad.

Melalui pengarahan strategis ini, para Pasis Dikreg LVI Sesko TNI diharapkan dapat mengintegrasikan wawasan strategis dan kemampuan adaptasi yang kuat demi memberikan kontribusi optimal bagi pelaksanaan tugas TNI ke depan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.