Danjen Kopassus Launching Bela Diri Kopassus KTAF

Jakarta, IDM - Danjen Kopassus Mayjen TNI Deddy Suryadi resmi meluncurkan (Launching) bela diri Komando Tactical Fighter (KTAF) Kopassus di Makopassus.
Dilansir keterangan resmi Penkopassus, Senin, (30/10) peluncuran ini ditandai dengan sirene yang dibunyikan Danjen Kopassus di hadapan ratusan prajuritnya.
Baca Juga: 33 Tahun Pengabdian, KSAU Hadiri Bakti Sosial Akabri ‘90 di Gelora Bung Karno
"KTAF ini merupakan perpaduan bela diri taktis yang telah ada yang dirangkum sedemikian rupa menjadi bela diri Kopassus yang dipersiapkan untuk seluruh anggota pasukan khusus," kata Danjen Kopassus saat sambutan peluncuran.

Ia menjelaskan nantinya bela diri bisa digunakan untuk menghadapi berbagai situasi termasuk misi rahasia seperti pembebasan sandera, infiltrasi, eksfiltrasi dan misi-misi lainnya yang berkaitan dengan tugas pokok Kopassus.
Baca Juga: Batalyon Kavaleri 8/NSW/2 Kostrad Latihan Taktis Gunakan Ranpur Leopard
Dalam peluncuran ini berbagai demontrasi dan aksi juga dipamerkan prajurit Kopassus terkait bela diri KTAF. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































