Danjen Kopassus Kunjungi SASR, Intip Kehebatan Pasukan Khusus Australia

Jakarta, IDM – Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Djon Afriandi mengunjungi pasukan khusus Australia, Special Air Service Regiment (SASR). Kunjungan ini adalah rangkaian puncak kegiatan Djon di Perth, Australia. Ia juga meninjau langsung Latihan Trisula Wyvern 24-1.
Dilansir keterangan dari postingan instagram @Penkopassus, Jumat, (27/9) Djon datang dan langsung disambut Chief of Army Australia, Letjen Simon Stuart, dan Special Operations Commander, Mayjen Gould.
"Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah peningkatan kerja sama dalam latihan bersama," tulis keterangan Penkopassus.
Baca Juga: Kadet AAL Praktik Navigasi Astronomi saat Berlayar Lewati Perairan Jepang
Djon dalam kunjungan ini juga berkesempatan untuk melihat langsung kemampuan salah satu pasukan khusus terbaik dunia dan berdiskusi mengenai dukungan operasi khusus serta kerjasama antar kedua negara.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat hubungan dan kemitraan strategis antara Kopassus dan Angkatan Darat Australia. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































