Dandim Way Kanan Serahkan 40 Unit Trail Motor Dinas Bantuan Kemhan RI

Jakarta, IDM - Untuk menunjang tugas pokok dan operasional Babinsa di wilayah, Dandim 0427/Way Kanan, Letkol Inf Charluly Rudi Jatmiko serahkan 40 motor trail jenis Honda CRF kepada anggota untuk operasional Babinsa di lapangan Makodim 0427/WK beberapa waktu lalu.
Dandim berharap dengan diserahkannya motor-motor ini kepada para anggota Babinsa, dengan tujuan sebagai sarana untuk menunjang tugas pokok sehari-hari dan operasional para Babinsa di wilayah.
"Kendaraan tersebut agar dirawat dan dijaga serta dipergunakan sebagai mana mestinya, ini bentuk kepedulian dari Komando atas khususnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk mendukung kinerja para Babinsa yang ada di wilayah," ujar Dandim.
Baca Juga: Satgas Indo RDB Gelar Simulasi Latihan Deteksi Bahan Peledak
"Dengan kendaraan itu, kalian para Babinsa dapat menjangkau daerah-daerah desa binaan yang memang cukup sulit dilalui motor biasa. Untuk itu mari kita tingkatkan kinerja kita untuk membantu masyarakat dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada di wilayah," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































