Dampingi Menhan Prabowo, KSAU Hadiri Jamuan Makan Malam dengan Menhan Turki

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo turut menghadiri jamuan makan malam bersama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Nasional Republik Turki Hulusi Akar di Hotel Four Seasons Resort Bali At Jimbaran Bay, Badung, Bali, Senin (14/11).
Kehadiran KSAU di sela-sela KTT G20 ini sekaligus mendampingi Menhan Prabowo Subianto yang menggelar jamuan makan malam sebagai bentuk penghargaan kepada Menhan Turki atas komitmen dan upayanya membangun kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki.

Sebelum penyelenggaraan jamuan makan malam, Menhan kedua negara telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tujuh bidang kerja sama pertahanan.
Baca: Lakukan Pertemuan Bilateral, Menhan Prabowo dan Menhan Akar Yakin Tetap Menguat Bersama
Mengutip keterangan Dispenau dalam akun Instagram @militer.udara, jamuan makan malam tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi militer di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































