Dalam Sepekan TNI Sita dan Musnahkan Senpi hingga Narkoba, Ini Jumlahnya

Jakarta, IDM – Dalam waktu kurang lebih sepekan TNI mengumumkan berhasil menyita dan memusnahkan senjata api (senpi) dan barang bukti narkoba.
Dilansir dari keterangan Pendam IX/Udayana, Senin (29/9) pengumuman penyitaan senpi dimulai dari Satgas Yonif 741/Garuda Nusantara yang resmi menuntaskan penugasan di perbatasan RI–RDTL periode September 2024 hingga September 2025 dan menyerahkan hasil operasi Jatmuhandak (Senjata, Munisi, dan Bahan Peledak) kepada Kolakops Pamtas RI-RDTL.
Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Tekankan Nasionalisme dan Kepemimpinan ke Siswa di Jayapura
Total barang bukti yang disita meliputi 2 pucuk senjata organik, 22 pucuk senjata non organik, 15 senjata rakitan, 8 granat, serta 786 butir munisi berbagai kaliber.
Kemudian bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Dompu beberapa waktu lalu, Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).
Barang bukti tersebut diantaranya senjata api rakitan beserta amunisi, sejumlah parang, material seperti kayu, besi, dan botol, serta barang rampasan lainnya. Selain itu, narkotika berupa sabu hampir 300 gram dan ganja hampir 2 kilogram turut dimusnahkan.
Selanjutnya di Aceh, berdasarkan keterangan Penkodam IM, Senin, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo beberapa waktu lalu menerima dua pucuk senpi sisa konflik Aceh yang diserahkan di dua tempat berbeda.
Pada Selasa (23/9), Pangdam IM menerima penyerahan senjata api dari Komandan Kodim (Dandim) 0117/Aceh Tamiang. Senjata yang diserahkan berupa satu pucuk M16 A1 lengkap dengan satu buah magazen SS1, milik warga yang diserahkan secara sukarela.
Baca Juga: Pengamanan Perbatasan Laut, TNI AL dan Filipina Kerahkan Kapal Perang di Bitung
Sementara pada Kamis (25/9), dalam kunjungan kerjanya ke Kodim 0105/Aceh Barat, Pangdam IM kembali menerima penyerahan satu pucuk Carl Walther Pabrikulm/DO Cal. 9 MM buatan Jerman beserta magazennya dari masyarakat Aceh Barat yang juga menyerahkan dengan penuh kesadaran.
Pangdam IM menyampaikan apresiasi atas langkah sukarela masyarakat menyerahkan senjata api sisa konflik. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya bentuk kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan, tetapi juga bukti nyata semakin matangnya sikap masyarakat Aceh dalam menjaga perdamaian pasca berakhirnya konflik. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































