HANKAM

Daftar Antrean Menumpuk, Pengiriman Rudal Aster 30 Indonesia Terancam Lama

Ilustrasi Aster B1NT
Ilustrasi Aster B1NT. (Foto: Dok. MBDA)

Paris, IDM – Rencana Indonesia memboyong rudal penangkis serangan udara Aster 30 untuk dua kapal perang baru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, harus berhadapan dengan ketatnya antrean produksi di Eropa. MBDA selaku produsen memberlakukan skema prioritas pemesanan di tengah membludaknya permintaan pasar global.

Head of Naval Systems MBDA, Stefano Bertuzzi, menegaskan perusahaan menerapkan aturan siapa yang memesan lebih dulu, dia yang dilayani lebih awal (first contract, first served). Oleh karena itu, pemesan pertama seperti Prancis dan Italia memegang jatah pengiriman utama.

Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Markas Judol di Kompleks TNI Cijantung, 11 Orang Ditangkap

"Masalah utamanya adalah siapa yang bertransaksi duluan, dia yang dilayani pertama. Pembeli pertama untuk varian Aster B1NT ini Prancis dan Italia. Jadi Prancis dan Italia yang diprioritaskan menerima pasokan lebih awal. Ini prosedur yang wajar," kata Bertuzzi saat tur Euronaval, di Paris, Prancis, Senin (5/10).

Bertuzzi tak menampik, masa tunggu pengiriman amunisi generasi baru Aster B1NT tergolong panjang. Pembuatan komponen pencari sasaran (seeker) berbasis radio frekuensi buatan pabrikan Thales butuh waktu penyelesaian lebih dari dua tahun. Hambatan di rantai pasok komponen inilah yang memaksa pemesan baru harus sabar mengantre.

Baca Juga: Intip Markas Sementara Kodam Mataram di Yogyakarta

"Kalau ada pembeli baru yang masuk sekarang dan minta varian B1NT, barangnya tidak mungkin selesai dalam dua tahun. Waktunya bakal jauh lebih lama dari dua tahun karena kami masih meningkatkan kapasitas pabrik. Begitu ada kontrak baru masuk, otomatis waktu tunggunya makin panjang," ujar Bertuzzi.

Lamanya antrean pabrik Eropa ini berpotensi memengaruhi kepastian alokasi pengiriman amunisi untuk dua kapal Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) yang dibeli Indonesia dari Fincantieri Italia. Meski Indonesia sudah mengincar rudal Aster sejak 10 tahun lalu, proses diskusi kesepakatan jual-beli rudal tersebut sampai saat ini masih berjalan dan belum rampung.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.