HANKAM

Cuaca Ekstrem Landa Perairan Sulsel, TNI AL Imbau Nelayan Tak Paksakan Melaut

Dankodaeral VI Laksamana Muda Andi Abdul Aziz
Dankodaeral VI Laksamana Muda Andi Abdul Aziz mengimbau para nelayan terkait keselamatan melaut di tengah cuaca ekstrem di Perairan Sulawesi Selatan, Senin (12/1). (Foto: Dok. Kodaeral VI)

Jakarta, IDM – Cuaca ekstrem diperkirakan melanda perairan Sulawesi Selatan dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. TNI AL pun mengingatkan nelayan dan seluruh pengguna laut agar tidak memaksakan melaut jika kondisi tidak memungkinkan.

Imbauan itu disampaikan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI Laksamana Muda Andi Abdul Aziz, Senin (12/1/), menyusul laporan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat di sejumlah perairan Sulawesi Selatan.

Menurut Andi, kondisi tersebut bisa membahayakan pelayaran, aktivitas penangkapan ikan, hingga transportasi laut.

Baca Juga: Danlanud Muljono Resmikan SPPG Sedati 03 di Sidoarjo

Oleh karena itu, nelayan diminta selalu mengikuti informasi cuaca resmi, memastikan kesiapan kapal dan awak, melengkapi alat keselamatan, navigasi, serta komunikasi sebelum berlayar. Mereka juga diimbau menghindari perairan terbuka yang rawan terdampak angin kencang, arus kuat, dan gelombang tinggi.

“Kalau cuaca berubah tiba-tiba, segera kembali ke pelabuhan terdekat atau cari perlindungan. Keselamatan harus jadi prioritas,” kata Andi, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral VI.

Di sisi lain, Andi mengungkapkan Kodaeral VI menaikkan status kesiapsiagaan. Jajaran diperintahkan meningkatkan patroli laut dan bersiap memberi bantuan jika terjadi keadaan darurat.

“Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VI memaksimalkan pencarian anggota Pos TNI AL (posal) Pinrang yang mengalami musibah di Perairan Lumpue, dengan melaporkan perkembangan secara berkala,” tegasnya.

Baca Juga: Prajurit Lanud Sutan Sjahrir Bantu Pemulihan Pascabanjir di Kelurahan Tabing Banda Gandang

Tak hanya itu, kerusakan dermaga Pulau Lae-Lae akibat cuaca buruk dan angin kencang juga menjadi perhatian.

“Jajaran kami segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kerusakan dermaga Pulau Lae-Lae akibat cuaca buruk dan angin kencang agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan,” ujar Andi.

Patroli SAR menggunakan katinting terus dilakukan di Perairan Batupute, Kabupaten Barru, sembari mengingatkan nelayan agar lebih waspada. Langkah-langkah tersebut, lanjut Andi, diambil untuk menekan risiko kecelakaan laut dan memastikan keselamatan masyarakat pesisir tetap terjaga. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.