Cuaca Buruk, KRI dr. Soeharso-990 Dukung Angkutan Laut ke Pulau Bawean

Jakarta, IDM - KRI dr. Soeharso-990 mendukung angkutan laut untuk pergeseran personel, materiil, dan logistik ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (29/12).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (30/12), hal itu dilaksanakan dalam rangka operasi penanggulangan kedaruratan, akibat gelombang laut tinggi dan pemadaman listrik yang menyebabkan perekonomian di Pulau Bawean lumpuh.

Kapal jenis landing platform dock (LPD) ini, membawa 743 personel dari Surabaya menuju Pulau Bawean. Bantuan sosial materiil berupa empat unit genset dan PLN, 60 ton logistik sembako, makanan instan 200 kardus, peralatan komunikasi 21 unit, dan 450 kg obat-obatan.

Inspektur Koarmada II Laksamana Pertama TNI Eriyawan, menyampaikan KRI dr. Soeharso-990 mengangkut personel, materiil, maupun logistik untuk membantu masyarakat Gresik dari dampak cuaca buruk.
Baca: Pangdam Hasanuddin Resmikan 25 RTLH Program KSAD
"Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AL dalam menjaga kepercayaan negara dan rakyat melalui kerja nyata yang bermanfaat," kata Eriyawan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































