Commander of The 2nd PDF Singapore Panen Jagung di Binjai

Jakarta, IDM – Commander of The 2nd PDF (People's Defence Force) Singapore, Brigadier General Pang Lead Shuan beserta rombongan untuk melakukan panen jagung di lahan ketahanan pangan Kodim 0203/Langkat di Jl Diponegoro, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Selasa (23/4/2024).
Brigadier General Pang bersama rombongan didampingi langsung oleh Kasdam I/BB, Brigjen TNI Refrizal.

"Mewakili Pangdam I/BB, kami mengapresiasi Commander of The 2nd PDF Singapore beserta rombongan yang telah ikut serta dalam kegiatan panen jagung ini," ucap Brigjen Refrizal dalam keterangannya diterima Rabu, (24/4).
Baca Juga: TNI AD Groundbreaking Pembangunan Hemodialisa Center RSPAD

Usai panen jagung bersama, Brigjen Refrizal didampingi Danrem 022/PT, Kolonel Inf Agustatius Sitepu serta Dandim 0203/Langkat, juga membawa Brigadier General Pang Lead Shuan beserta rombongan melihat rangkaian proses penanaman jagung dari awal pengolahan lahan hingga tahap akhir penyemaian benih, termasuk pengolahan pipil jagung hasil panen dengan menggunakan mesin. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































