Cerita Serda (K) Gressela, Bersyukur Jadi Babinsa Perempuan di Papua

Jakarta, IDM – Pemandangan berbeda terlihat di Koramil 1801/01 Manokwari. Jika selama ini Bintara Pembina Desa (Babinsa) identik dengan prajurit laki-laki tapi di Koramil ini terdapat sosok inspiratif dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), yang mengabdikan diri dengan sepenuh hati yaitu Serda (K) Gressela.
Baca Juga: Panglima Agus Tinjau Mesin Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan di Mabes TNI
Dilansir keterangan dari Dispenad, Sabtu, (8/3) Gressela hadir sebagai garda terdepan dalam pembinaan wilayah. Memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial dan kesulitan rakyat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Saya pikir tentara Kowad itu hanya ada di Makodam atau di staff, tidak di lapangan, karena kalau di lapangan itu sebagian besar laki-laki. Tetapi beberapa minggu lalu, kami mendapatkan kepercayaan dari Panglima Kodam XVIII/Kasuari untuk menjadi Babinsa Koramil 1801/01 Manokwari," kata Gressela.
Baca Juga: KSAL Bahas Tantangan Keamanan Indo-Pasifik di Konferensi Ottawa
Ia mengaku sangat bersyukur diberikan tanggung jawab ini. "Terima kasih kepada Panglima yang sudah memberikan kami tanggung jawab untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Kami tidak hanya di kantor saja, tetapi kami bisa bersama-sama dengan Babinsa laki-laki lainnya. Semoga kami dan rekan-rekan kami bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami," ungkap Gressela. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































