Cerita Prajurit TNI AD di Aceh Tamiang: Rumah, Istri dan Ketiga Anaknya Tertimbun Longsor

Jakarta, IDM – Suasana duka menyelimuti Serma Edi Haryanto, ia jadi salah satu korban bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh.
Dilansir dari keterangan Penkorem 011/Lilawangsa, Rabu (10/12), saat kejadian Edi sedang bertugas piket di Kodim 0117/Aceh Tamiang.
"Malam itu, saya piket Komandan, istri dan anak di rumah tertimbun material longsor menimpa rumah. Kejadian musibah itu hujan lebat, mati lampu, dan air terus naik. Mereka saat itu sedang tertidur," cerita Edi saat dikunjungi Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran.
Baca Juga: Hubungkan Daerah-daerah yang Terputus, TNI Kirim 14 Jembatan Aramco ke Lokasi Banjir-Longsor Sumatra
Danrem 011 mengucapkan rasa duka yang mendalam saat mendengar kabar dari Serma Edi Haryanto. Ia memastikan akan memberikan perhatian khusus.
Beri Semangat ke Prajurit Pascabencana
Sementara itu, di lokasi berbeda Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya mengumpulkan para prajurit Kodim dan seluruh Danramil jajaran untuk memberikan pengarahan khusus yang sarat makna kemanusiaan serta memberikan semangat kepada anggota.
Pengarahan yang berlangsung di posko bencana di lapangan belakang kantor bupati di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan penuh empati, Dandim menekankan bahwa setiap prajurit TNI AD harus menjadi simbol kekuatan, harapan, dan kehadiran nyata bagi masyarakat, terutama di tengah bencana.
"Kita tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga hati rakyat. Saat masyarakat tertimpa musibah banjir, di situlah prajurit harus paling depan hadir membantu. Inilah wujud nyata dari solidaritas dan pengabdian kita," katanya.
Letkol Arm Raden Subhi juga menekankan agar seluruh jajaran Koramil meningkatkan koordinasi dengan unsur Forkopimcam dan aparat desa untuk memastikan setiap bantuan, evakuasi, maupun pertolongan berjalan cepat, tepat, dan aman. Ia mengingatkan bahwa sekecil apa pun tindakan prajurit, bisa menjadi penyelamat bagi warga yang sedang berjuang melewati masa sulit.
“Tidak ada kata ragu. Tidak ada kata menunggu. Ketika rakyat membutuhkan, kita bergerak tanpa syarat, tanpa batas," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































