HANKAM

Cerita Prajurit di Perbatasan, Jadi Tukang Pijit Akhirnya Dapat Senjata dan Munisi

Garuda Nusantara
Satgas Yonif 741/Garuda Nusantara (GN) Pos Delomil berhasil mendapatkan 2 pucuk senjata (Springfield dan Rakitan) beserta 35 butir munisi aktif kaliber 5,56 mm dari masyarakat di perbatasan. (Foto: Dok. Yonif 741/GN)

Jakarta, IDM – Cerita ini datang dari prajurit perbatasan RI-RDTL, Satgas Yonif 741/Garuda Nusantara (GN) Pos Delomil yang bermodalkan menjadi tukang pijit berhasil mendapatkan senjata dan munisi dari warga yang dipijitnya.

Dilansir keterangan dari Penerangan Yonif 741/GN, Jumat, (8/11) awalnya Wadanpos Serda Wiria Daini melaksanakan anjangsana ke rumah Bapak Petrus sekaligus memberikan pelayanan kesehatan karena mengeluhkan mengalami sakit dibagian punggung dan sesak nafas akibat pernah jatuh saat berkebun.

Baca Juga: Korps Marinir Unjuk Skill Menembak Teknik Sniper di Depan Prajurit Australia

"Berbekal pijit tradisional turunan yang dimiliki oleh Wadanpos Delomil akhirnya dalam kurun waktu berjalan 2 minggu dapat menyembuhkan sakit yang diderita Bapak Petrus," tulis keterangan Yonif 741/GN.

Garuda Nusantara
(Foto: Dok. Yonif 741/GN)

Karena berhasil sembuh, akhirnya dengan sukarela Bapak Petrus menyerahkan 2 pucuk senjata (Springfield dan Rakitan) beserta 35 butir munisi aktif kaliber 5,56 mm peninggalan dari Almarhum ayahnya yang merupakan sukarelawan pejuang Indonesia.

"Ia menyerahkan karena kedekatan dengan anggota Pos Delomil yang telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya selama 1 bulan terakhir pasca terjatuh saat berkebun, maka diberikannya dengan sepenuh hati sebagai bentuk balas budi kepada Pos Delomil," tulis keterangan Yonif 741/GN.

Baca Juga: Marinir Bagikan 200 Porsi Makanan Bergizi untuk Masyarakat Kampung Yeflio Papua

Menanggapi hal ini, Dansatgas Yonif 741/GN Letkol Inf Sy. Gafur Thalib mengungkapkan rasa bangganya karena pelaksanaan anjangsana jajaran Pos Satgas Yonif 741/GN membuahkan hasil.

"Tetap jalin hubungan baik dan dekat dengan masyarakat sekitar sehingga dapat memudahkan kita untuk memperoleh informasi tentang barang peninggalan perang zaman dulu," katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.