HANKAM

Cerita Mayor CBA Rio Sibarani Pimpin Misi Kemanusiaan ke Flores

Mayor CBA Rio Sibarani
Mayor CBA Rio Sibarani, Komandan Kapal Kapal XCII (92) BM yang membawa bantuan misi kemanusiaan ke Flores, NTT. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Bagi Mayor CBA Rio Sibarani, ini adalah kali kedua memimpin pemberangkatan Kapal XCII (92) BM untuk misi kemanusiaan bencana alam. Sebelumnya, Rio memimpin keberangkatan logistik untuk bencana di Sumatra, dan kali ini ia bersama kru harus berangkat ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tujuan yang sama.

Kepada Indonesia Defense Magazine, Rio menceritakan tentang kemampuan kapal tersebut. Menurut Rio, kapal ini memang didesain khusus kapal bencana.

"Kapal ini dibuat tahun 2025 dan sudah dua kali melaksanakan tugas untuk membantu penanganan bencana. Yang pertama di wilayah Sumatra, bulan November-Desember, kemudian yang sekarang untuk di NTT," kata Rio ditemui di Markas Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusbengkangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8).

Baca Juga: Bantu Gempa Flores, Kapal Rumah Sakit TNI AD Sediakan Dokter hingga Fasilitas Rawat Inap

Selain kapal rumah sakit untuk bencana, Rio mengatakan kapal ini juga mampu mengangkut logistik.

Mayor CBA Rio Sibarani
(IDM/Faisal Ramadhan)

"Kebetulan kapal ini dilengkapi dengan klinik kesehatan di mana bisa merawat 6 pasien sekaligus. Klinik tersebut sudah termasuk pertolongan pertama dan fasilitasnya lengkap," kata Rio.

Tim Indonesia Defense Magazine mencoba menelusuri ruang kapal tersebut. Dan benar saja, di dalam kapal terdapat fasilitas rawat inap yang memadai, bahkan ada lift yang dikhususkan untuk pasien.

Baca Juga: KSAD Pastikan TNI AD akan Bantu Fasilitas Air untuk Korban Bencana Gempa Flores

Rio memastikan untuk misi kemanusiaan ke Flores, kapal ini akan menempuh perjalanan selama tiga hari dan bersandar selama 20 hari.

"Perjalanan kita untuk ke Pelabuhan Reo itu 3 hari. Nanti nyampe di Pelabuhan Reo, kita standby selama 20 hari. Selama waktu itu kapal ini akan menjadi rumah sakit apung untuk pasien," kata Rio.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.