Cek Kesiapsiagaan Prajurit Hadapi Bencana, Danbrigif Dharaka Yudha Pastikan Yonif Balawara Yudha Siap Bergerak Cepat

Jakarta, IDM – Sebagai bagian dari penanggulangan bencana, Komandan Brigif 9/DY/2 Kostrad, Letkol Inf M. Slamet Wijaya memimpin apel kesiapsiagaan di Markas Yonif 509/Balawara Yudha, Jember, Jawa Timur, Selasa (8/9).
Apel kesiapsiagaan merupakan bentuk antisipasi dan tanggap cepat (quick response) saat menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Slamet mengatakan, kesiapan satuan dari segi mental, fisik, dan alat kelengkapan adalah hal yang sangat penting.
Baca Juga: TNI AL Kurangi KRI di NTT, KSAL Kirim Zeni Marinir Bantu Rekonstruksi
“Prajurit Kostrad harus selalu siap hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana,” katanya dikutip dari siaran pers Kostrad, Jumat (11/9).
Dalam apel kesiapsiagaan ini, Danbrigif melakukan pengecekan terhadap kelengkapan bekal perorangan, alat komunikasi, obat-obatan, sarana evakuasi, hingga kendaraan operasional yang siap diterjunkan ke lokasi bencana.
“Kesiapsiagaan yang matang adalah kunci utama agar kita dapat bertindak cepat, tepat, dan selamat dalam menanggulangi dampak bencana alam,” ujar Danbrigif 9.
Melalui kegiatan ini, Yonif 509/BY dipastikan siap bergerak dalam hitungan menit apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah serta masyarakat dalam penanganan tanggap darurat bencana di wilayah sekitar.
Baca Juga: TNI AD Uji Coba Sistem Simulasi Tempur Berbasis VR
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada 11 Maret 2026 telah memberlakukan status siaga 1 di sejumlah satuan TNI. Hal ini menjadi bagian dari uji kesiapsiagaan rutin, khususnya bagi satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).
Agus mengatakan, setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan untuk siaga, terutama apabila wilayahnya berpotensi atau sedang menghadapi bencana.
“Jadi tiap Kodam ada satu batalion untuk siaga 1, apalagi di wilayahnya ada bencana alam,” jelas Agus.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































