Cek Kesiapan Operasional Satuan, Pangkostrad Kunjungi Menarmed 1 dan Yonarmed 9

Jakarta, IDM – Panglima Kostrad, Letjen TNI Mochammad Fadjar berpesan kepada seluruh prajurit untuk selalu menjaga profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan kesiapan operasional satuan.
Hal tersebut disampaikan Panglima Kostrad saat meninjau Menarmed 1 Kostrad dan Yonarmed 9 Kostrad di Jawa Barat, Selasa (21/7).
Baca Juga: TNI AD Klarifikasi Soal Pelibatan Babinsa Awasi Pajak
“Perkuat keharmonisan rumah tangga, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menumbuhkan semangat pengabdian demi kemajuan Kostrad, TNI AD, bangsa, dan negara,” pesan Pangkostrad dalam siaran pers yang diterima, Rabu (22/7).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Pangkostrad menerima penjelasan mengenai kondisi satuan, kesiapan operasional, pembinaan personel, serta program kerja yang tengah dijalankan dari Danmenarmed 1, Letkol Arm Didik Kurniawan.
Baca Juga: ASEAN-India Perkuat Ketahanan Kawasan di Tengah Dinamika Geopolitik
Usai menerima paparan lengkap tersebut, Pangkostrad kemudian menyaksikan demonstrasi stelling biasa meriam Caesar di Yonarmed 9/Pasopati.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Pangkostrad menanam pohon serta meninjau fasilitas dan sarana prasarana satuan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































