HANKAM

Cegah Penangkapan Ikan Ilegal, Lantamal Batam Akan Punya Maritime Command Center

Wakil Lantamal IV Kolonel Laut (P) Fajar Hermawan bersama Kepala Pusat Informasi (Kapusinformar) TNI Laksamana Pertama Robert Marpaung di Mako Lantamal IV, Batam, Rabu (10/7).
Wakil Lantamal IV Kolonel Laut (P) Fajar Hermawan bersama Kepala Pusat Informasi (Kapusinformar) TNI Laksamana Pertama Robert Marpaung di Mako Lantamal IV, Batam, Rabu (10/7). (Foto: Dok. Dispen Lantamal IV)

Jakarta, IDM – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV direncanakan untuk pemasangan platform cerdas maritim terpadu (Maritime Command Center) di Batam, Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Wakil Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Fajar Hermawan bersama Kepala Pusat Informasi (Kapusinformar) TNI Laksamana Pertama Robert Marpaung di Mako Lantamal IV, Rabu (10/7).

"Kunjungan ini membahas tentang proses pemasangan alat Maritime Command Center di Lantamal IV," ujar Fajar, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal IV.

Baca Juga: Ratusan Prajurit Motuliato Tiba di Papua, Siap Jaga Bumi Cendrawasih

Adapun Maritime Command Center menggunakan perangkat Integrated Maritime Intelligent Platform dan berbasis pengawasan satelit yang bertujuan untuk menjaga dan mendeteksi aktivitas kapal ikan dan data-data spasial tematik.

Kehadiran Maritime Command Center akan memonitor dan mengelola lalu lintas maritim serta menyediakan data penting untuk penegakan hukum dan pengawasan kelautan untuk mencegah potensi pelanggaran penangkapan ikan secara real-time.

Baca Juga: Gunakan Helikopter Panther, Marinir Indonesia-Amerika Latihan Evakuasi Medis Udara di Situbondo

Selain itu, lanjut Fajar, pertemuan dengan Robert tersebut membahas rencana penunjukan personel dari Lantamal IV yang akan mengikuti pembekalan dari Pusinformar TNI di Kota Batam.

"Semoga dengan adanya pembahasan ini mampu membantu dan mampu melaksanakan tugas pokok Lantamal IV dengan baik kedepannya," pungkas Fajar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.