HANKAM

Cegah Pelanggaran, Satgas Marinir Patroli Rutin di Kawasan Pulau Sekatung

Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar
Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar melakukan patroli di Pulau Sekatung, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (12/5). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar melaksanakan patroli rutin di kawasan Pulau Sekatung, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (12/5).

Komandan Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar di Sekatung, Letda (Mar) Supriadi menyebutkan potensi ancaman keamanan tidak mengenal waktu.

"Para personel berjaga selama 24 jam setiap hari, tanpa adanya libur," ungkap Supriadi saat memimpin patroli di Pulau Sekatung, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Baca Juga: TNI AD Beberkan Kronologi Ledakan Munisi yang Tewaskan 13 Orang di Garut

Selain itu, ia mengatakan kegiatan patroli rutin ini mencegah terjadinya sejumlah pelanggaran batas wilayah NKRI maupun pelanggaran keamanan lain di laut yang berpotensi merugikan negara.

"Patroli rutin mencegah kegiatan pencemaran (laut), penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia (human trafficking), dan juga narkotika," kata Supriadi.

Melalui patroli pengamanan rutin, ia berharap wilayah pulau terluar yang ada di Indonesia bisa menjadi tumpuan bagi negara dan membentuk benteng pertama dalam bidang pertahanan.

Baca Juga: Kunjungi Yordania, Menhan Sjafrie Bahas Penguatan Kapasitas Pertahanan

Di Kepulauan Natuna, tepatnya di Setengar, TNI menugaskan Satgas Komposit Marinir untuk menjaga wilayah terluar dan terdepan Indonesia. Tidak hanya itu, di beberapa pulau terluarnya, misalnya di Pulau Laut dan Pulau Sekatung, pasukan Marinir yang tergabung dalam Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar juga menjaga pulau-pulau terdepan Indonesia itu.

Dalam rentang waktu hampir 30 tahun, Korps Marinir mengirimkan prajuritnya ke daerah-daerah perbatasan misalnya seperti di Blok Ambalat, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia, juga ke pulau-pulau terluar, yang sebagian besar tak berpenghuni, untuk menegakkan kedaulatan sekaligus menjaga keamanan.

Beberapa pulau terluar tak berpenghuni yang saat ini dijaga pasukan Marinir, di antaranya mencakup Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna, Pulau Nusa Barung di Jember, Pulau Dana, dan Pulau Batek. Pulau Nusa Barung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berada di wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia.

Baca Juga: Nama-nama Anggota TNI AD yang Meninggal Akibat Ledakan Munisi di Garut

Kemudian, Pulau Dana di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, juga merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Terakhir, Pulau Batek merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 lebih pulau, dan hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.