Cegah Makelar Kasus, KSAL Minta Tangkapan Kapal TNI AL Diproses Cepat

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan, penyelesaian proses hukum tangkapan kapal oleh TNI AL dilaksanakan secara cepat dan menghindari kesan mengulur-ulur waktu.
"Karena berpotensi memberikan ruang bagi Makelar Kasus (Markus) mendapatkan sesuatu dari dalam maupun luar yang mengaku berteman dekat dengan seorang pejabat," tegas Yudo dalam pengarahan kepada para Perwira Tinggi (Pati) TNI AL di Jakarta, Senin (13/6).
Yudo mengatakan, proses penyelesaian yang memakan waktu lama terhadap kasus-kasus penahanan kapal tangkapan, berpotensi rawan dijadikan upaya oleh pihak tertentu untuk mendeskreditkan TNI AL sebagai sebuah institusi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut.
"Bila tidak mampu menyelesaikan secara cepat, minta bantuan personel hukum kepada Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Lantamal, Koarmada atau bahkan ke Kadiskum AL," ujar Yudo. Juju
Terlebih, muncul isu miring tentang dugaan prajurit TNI AL bernegosiasi meminta sejumlah uang untuk membebaskan kapal yang tengah dalam proses hukum. Terkait hal ini, Yudo mengungkapkan, Saat pihak intelijen dan Polisi Militer bekerja untuk mengungkap fakta kebenaran dari informasi tersebut.
"Para Prajurit yang melakukan tindak pidana harus diproses hukum, tidak boleh ditawar-tawar lagi. Para Ankum juga harus berani dan tidak boleh takut dalam menerap sanksi hukum," ucap Yudo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































