HANKAM

Cegah Kebocoran Data Strategis, TNI AL Ancam Sanksi Prajurit Penyalahguna AI

Personel TNI AL
Sosialisasi mengenai kecerdasan buatan (AI) di Mabesal yang dibuka oleh Askomlek KSAL Laksamana Muda Dwi Cahyo Kuncoro, Jakarta, Selasa (13/10). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Prajurit yang menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan media sosial hingga memicu kebocoran data rahasia negara bakal dijatuhi sanksi tegas. Peringatan ini berlaku bagi seluruh personel militer maupun pegawai negeri sipil di lingkungan matra laut.

Hal tersebut disampaikan Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksamana Muda Dwi Cahyo Kuncoro saat membuka sosialisasi pemanfaatan AI di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (13/10). Sosialisasi bertema "Peluang dan Ancaman Penggunaan Artificial Intelligence pada Pelaksanaan Tugas TNI AL" ini menindaklanjuti arahan KSAL Laksamana Muhammad Ali terkait pengamanan kedaulatan informasi militer.

Baca Juga: Api Karhutla Bisa Muncul Lagi dari Gambut, BNPB Perkuat Pemadaman Darat di Kalteng dan Sumsel

Kegiatan yang digagas Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI AL (Disinfolahtal) pimpinan Laksamana Pertama Ferry Johansyah ini melibatkan sinergi bersama Pussiberal, Pussintelal, dan Dispenal. Kolaborasi empat instansi ini membekali prajurit pemahaman komprehensif mengenai pemanfaatan AI sekaligus memetakan potensi ancaman siber.

Materi sosialisasi memuat panduan penggunaan AI dan media sosial untuk mendukung tugas operasional harian. Pembahasan mencakup pemetaan ancaman AI dan pencegahannya, pemanfaatan AI dari sudut pandang keamanan siber, strategi menjaga kedaulatan informasi dan citra institusi, hingga tata cara pengamanan dokumen serta naskah dinas rahasia dari risiko kebocoran digital.

Baca Juga: Inggris Anugerahi Danpushidrosal Penghargaan Keselamatan Navigasi Laut

"Pengawasan AI dan media sosial menjadi tanggung jawab bersama. TNI AL menegaskan ada sanksi bagi personel yang menyalahgunakan AI hingga mengakibatkan kebocoran data dan informasi strategis," ujar Dwi, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (14/10).

Dwi menekankan, pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital bukan hanya tugas jajaran siber atau intelijen, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh prajurit TNI AL demi menjamin keamanan dokumen rahasia negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.