HANKAM

Cegah Bahaya, Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad Amankan Granat Bekas Perang dari Warga Asulait

Satgas Pamtas RI-RDTL
Seorang warga menyerahkan granat bekas konflik kepada anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Satgas Pamtas RI–Republik Democratic Timor Leste (RDTL) Yonarmed 12 Kostrad Pos Asulait menerima penyerahan satu buah granat tangan bekas peninggalan masa konflik dari warga perbatasan di Desa Asulait, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.

Dalam rilis yang diterima pada Rabu (8/10), granat tersebut diserahkan secara sukarela oleh salah satu warga yang menemukan benda berbahaya itu di rumah almarhum orang tuanya.

Komandan Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Erlan Wijatmoko, mengapresiasi kesadaran warga yang telah proaktif melaporkan dan menyerahkan temuan berbahaya tersebut.

Baca Juga: TNI AU-RSAF Asah Kesiapan Tempur hingga Pengawasan Maritim dalam Latma Camar Indopura

“Kami sangat menghargai tindakan warga yang peduli terhadap keselamatan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata kemitraan antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan wilayah perbatasan yang aman,” ungkapnya.

Erlan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyimpan atau mencoba memanfaatkan benda-benda berbahaya seperti granat atau amunisi peninggalan perang.

“Laporkan segera kepada aparat TNI atau kepolisian terdekat bila menemukan benda mencurigakan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Baca Juga: 400 KKRI Jauh-jauh dari Papua ke Jakarta untuk Ikut Defile HUT ke-80 TNI, Diapresiasi Prabowo

Diketahui, penyerahan granat dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh anggota Satgas yang langsung mengamankan benda tersebut sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak.

Langkah cepat ini dilakukan guna menghindari potensi bahaya bagi masyarakat sekitar serta memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.