"Caraka", Sarana Komunikasi Darurat Prajurit Marinir

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Komunikasi dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Marinir melaksanakan problem "Caraka" di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/6).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, materi yang termasuk dalam latihan satuan dasar 2023 itu disimulasikan prajurit menghadapi tantangan serta dituntut mampu menyampaikan berita rahasia sampai ke satuan atas.
Baca Juga: MNEK 2023: Manuver Sea Phase 25 Kapal Perang di Perairan Makassar
Dikarenakan pesawat radio sudah disadap oleh lawan dan berita yang akan disampaikan bukan berbentuk tulisan, melainkan secara langsung yang mengharuskan prajurit mengingat berita tersebut dengan benar.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian berita yang disampaikan oleh pelatih, dilanjutkan setiap regu melaksanakan pencarian titik koodinat menggunakan peta dan kompas.
Titik koordinat tersebut adalah posisi satuan atas yang akan menerima berita yang bakal dikirimkan.
Baca Juga: Temui Stakeholders Sulses, Bakamla Zona Tengah Bahas Pembangunan Kantor SPD
Sementara itu, Danyon Komlek 1 Marinir Letkol (Mar) Imron Kurniawan, menyampaikan kepada prajuritnya, problem kirim berita melalui "Caraka" ini sangat berguna bagi setiap prajurit.
"Agar berita yang akan disampaikan bisa tersampaikan secara rahasia tanpa diketahui oleh lawan," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































