Calon Perwira TNI Diajarkan Etika Pergaulan Internasional

Jakarta, IDM – Akademi Militer (Akmil) Magelang menggelar kegiatan International Table Manners bagi Taruna Tingkat I Pratar (Prajurit Taruna) Akademi Militer.
Dilansir dari keterangan Penakmil, Senin (2/2), kegiatan International Table Manners bertujuan untuk membekali Taruna Tingkat I Pratar dengan pemahaman dan keterampilan etika pergaulan internasional, khususnya tata cara jamuan resmi, yang merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan profesionalisme sebagai calon perwira TNI.
Baca Juga: Mabes TNI Matangkan Rencana Pelaksanaan Super Garuda Shield 2026
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan pentingnya penguasaan etika, sikap, dan perilaku dalam forum resmi maupun internasional.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para Taruna mampu menampilkan kepribadian yang santun, percaya diri, serta mencerminkan jati diri prajurit TNI yang berwawasan global.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme dari para Taruna, serta menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian guna mendukung tugas-tugas Akademi Militer di masa mendatang. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































