C-130 Super Hercules TNI AU Angkut 13 Ton Panel PVC untuk Huntara di Aceh

Jakarta, IDM – Pesawat C-130 Super Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengangkut 13 ton panel PVC yang akan digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh.
Dengan bantuan PVC ini, pembangunan huntara di Aceh diharapkan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera memperoleh tempat tinggal sementara yang aman dan layak.
Baca Juga: Sejumlah Pangkalan TNI AL Tipe B Direncanakan Naik Jadi Tipe A
Pesawat dengan nomor registrasi A-1344 tersebut lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma dan mendarat di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Jumat (9/1).
Selanjutnya, panel PVC diterima oleh Satuan Tugas Udara (Satgasud) Lhokseumawe dan diserahkan kepada PT Pembangunan Perumahan selaku pelaksana pembangunan huntara di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan.

"Pengerahan pesawat angkut berat tersebut menjadi komitmen TNI AU dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana," ungkap Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (12/1).
Baca Juga: Danlanud Supadio Pimpin Penyerahan Jabatan Danwing Udara 7
Senada, Komandan Satrad 102 Kosek I selaku Dansatgasud Lhokseumawe, Letkol Lek Deo Prima Gahari menegaskan bahwa dukungan transportasi udara ini mencerminkan komitmen TNI Angkatan Udara dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat Aceh selama masa pemulihan.
“Melalui dukungan alutsista dan personel, kami berupaya memastikan bantuan logistik tiba tepat waktu dan dalam kondisi baik agar pembangunan hunian sementara dapat segera dimulai,” pungkas Deo Prima. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































