HANKAM

Bus Pembawa 620 Burung Ilegal Disetop TNI AL di Bakauheni, Terdeteksi Satwa Langka

Petugas gabungan TNI AL dan Satgas BKO ASDP-1
Petugas gabungan TNI AL dan Satgas BKO ASDP memeriksa tumpukan keranjang berisi ratusan burung ilegal di sebuah bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (6/5) malam. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung bersama satuan tugas bawah kendali operasi (satgas BKO) Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni menghentikan upaya penyelundupan 620 ekor burung ilegal pada Rabu (6/5) malam.

Ratusan satwa tersebut ditemukan tersimpan dalam puluhan keranjang dan kardus di dalam sebuah bus yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan ASDP Bakauheni, Lampung Selatan.

Baca Juga: Republikorp dan Baykar Kerja Sama Kembangkan “Drone” Kizilelma, Unit akan Dikirim ke Indonesia Mulai 2028

Petugas gabungan menyergap kendaraan tersebut sekitar pukul 20.00 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di area pelabuhan. Setelah penggeledahan, personel TNI AL mendapati satwa-satwa itu tidak memiliki dokumen resmi maupun surat keterangan kesehatan dari otoritas karantina.

TNI AL menyerahkan barang bukti 620 ekor burung ilegal kepada Balai Karantina Indonesia (BKI) Bakauheni untuk proses hukum dan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. (Foto: Dok. Dispenal)

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, menjelaskan ratusan burung tersebut rencananya akan dikirim dari Palembang menuju Jatiwarna, Bekasi Timur. Mirisnya, petugas juga mendeteksi keberadaan spesies langka di antara tumpukan kargo ilegal tersebut.

Baca Juga: Return to Combat: Rehabilitasi Kemampuan Tempur Prajurit Pascacedera

"Personel di lapangan menemukan dua ekor burung jenis Ekek Layongan (Cissa chinensis) yang merupakan satwa dilindungi. Pengiriman ini jelas melanggar hukum karena tidak melalui proses pelaporan kepada petugas karantina serta tanpa dokumen pendukung lainnya," tegas Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal di Jakarta, Kamis (7/5).

Operasi ini berhasil mengamankan total 25 keranjang dan 25 kardus sebagai barang bukti. Saat ini, seluruh satwa tersebut telah diserahkan ke Kantor Balai Karantina Indonesia (BKI) Bakauheni Lampung untuk penanganan lebih lanjut serta memastikan kesehatan burung-burung tersebut sebelum diproses sesuai regulasi yang berlaku. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.