Bupati Puncak: 8 Ribu Orang Terpaksa Mengungsi Akibat Gangguan Keamanan

Jakarta, IDM – Saat kunjungan Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Selasa (19/8) lalu, Bupati Elvis Tabuni mengatakan hampir 8 ribu jiwa masyarakat terpaksa mengungsi akibat gangguan keamanan.
Menurut Elvis kondisi ini sangat memperihatinkan namun dengan kehadiran Pangkogabwilhan III memberi harapan bahwa negara tidak tinggal diam.
Baca Juga: Enam Jabatan Strategis di Kopassus Dirombak Pascavalidasi Organisasi
“Di Kabupaten Puncak saat ini ada 9 distrik terdampak, 48 kampung, dan hampir 8 ribu jiwa masyarakat terpaksa mengungsi akibat gangguan keamanan. Kondisi ini sungguh memperihatinkan. Tetapi kehadiran bapak Panglima memberi harapan baru bagi kami, bahwa negara tidak tinggal diam,” kata Elvis seperti dikutip keterangan dari Penyonif 700/WYC, Kamis (21/8).
Saat ini, lanjut Elvis bahwa Pemda terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial. Ia berharap sinergi dengan TNI-Polri makin erat agar situasi kembali kondusif, sehingga masyarakat bisa pulang ke kampung, berkebun, bersekolah, dan beribadah dengan tenang.
Baca Juga: Pimpinan Polisi Militer Tiga Matra Dirotasi, Danpuspomad Kini Bintang Dua
Menanggapi ini, Bambang Trisnohadi menekankan bahwa TNI hadir bukan untuk menambah beban, melainkan menjaga keamanan masyarakat.
“Kami mohon maaf apabila kehadiran TNI selama ini terasa berbeda, tetapi percayalah, kami datang untuk menjaga stabilitas keamanan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali ke honai, berkebun, bertani, dan hidup normal lagi,” tegasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































