HANKAM

Bukan Wajib Militer, Sterau Sosialisasikan Pembentukan Komcad Matra Udara 2026

Sterau
Sterau melakukan sosialisasi pembentukan Komcad Matra Udara TA 2026 di Balikpapan. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Staf Teritorial TNI Angkatan Udara (Sterau) memaparkan kebijakan, mekanisme serta tahapan pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) Matra Udara Tahun Anggaran (TA) 2026, yang pada dasarnya bukanlah wajib militer.

Paparan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi yang diselenggarakan oleh Sterau di Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/2) kepada unsur masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan instansi terkait.

Baca Juga: Tren Kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Meningkat

Tim Sterau, yang diwakili oleh Paban VI/Taswilud Sterau, Roosen L. Sinaga, dalam paparannya menjelaskan berbagai hal, mulai dari persyaratan pendaftaran, proses seleksi administratif dan kesehatan, pendidikan serta pelatihan dasar kemiliteran, hingga status, hak, dan kewajiban sebagai Komponen Cadangan Matra Udara.

Sterau
Peserta sosialisasi pembentukan Komcad Matra Udara TA 2026 yang dilakukan Sterau di Lanud Dhomber, Balikpapan. (Foto: Dok. Dispenau)

Melalui materi paparan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang utuh tentang peran strategis Komcad dalam mendukung kesiapsiagaan operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Baca Juga: KSAL-Menteri Ara Sepakat, Rusun Prajurit TNI AL di Surabaya Dibangun Tahun Ini

Pada kesempatan yang sama, Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb Kisworo menjelaskan, pembentukan Komcad, secara khusus Komcad Matra Udara memiliki peran penting dalam memperkuat daya tangkal dan kesiapsiagaan nasional pada dimensi udara.

“Keikutsertaan warga negara sebagai komponen cadangan bukanlah bentuk wajib militer, melainkan wujud nyata bela negara yang dilandasi kesadaran, sukarela, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkap Kisworo dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (23/2). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.