Bukan Lewat Suez, Ini Rute Menantang KRI Prabu Siliwangi Menuju Indonesia

Jakarta, IDM – TNI AL segera menyambut kedatangan kapal perang kedua hasil kerja sama dengan Italia. Kapal tempur terbaru, KRI Prabu Siliwangi-321, kini resmi memulai perjalanan panjang menuju tanah air setelah bertolak dari Pangkalan Spezia, Italia.
Menariknya, kapal tempur ini tidak mengambil jalur pendek melalui Terusan Suez. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi, kapal tersebut menempuh rute jauh dengan mengelilingi benua Afrika sebelum akhirnya bersandar di Indonesia.
"KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya. Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April," ujar Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal), Jakarta, Kamis (12/2).
Kembalinya Era 'Kaliber Besar' TNI AL
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 menandai kembalinya TNI AL ke era "senjata berat". Sebelum bertolak ke Indonesia, kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ini sukses melaksanakan uji tembak perdana meriam utama kaliber 127 mm di perairan Teluk La Spezia, Italia.
Momen ini sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kapal perang TNI AL kembali mengoperasikan meriam kategori kaliber besar (di atas 120 mm) secara operasional. Sebelumnya, kekuatan bantuan tembakan kapal (naval gunfire support) yang masif seperti ini hanya dimiliki oleh korvet legendaris kelas Fatahillah.
Tim teknis melakukan metode structural firing untuk memastikan kekuatan dan respons struktur KRI Prabu Siliwangi-321 terhadap beban serta getaran dahsyat akibat tembakan meriam raksasa tersebut.
Baca Juga: 14 Prajurit TNI AD Raih Penghargaan Kartika Award, Ini Daftarnya
Rampungkan Rangkaian Uji Ketat
Tak hanya meriam utama, KRI Prabu Siliwangi-321 juga telah menuntaskan uji coba meriam sekunder Sovraponte 76 mm. Rangkaian pengujian laut (sea going) yang berlangsung sejak pertengahan Januari lalu, mencakup verifikasi sistem pendorongan, navigasi, hingga aspek keselamatan elektrikal dan mekanis.

Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, seluruh prajurit pengawak telah menyelesaikan pelatihan intensif. Ali memastikan kesiapan tempur mereka sudah di level tertinggi.
"Pelatihan sudah, mereka sudah melatih bahkan menembak peluru tajam sudah," tegas Ali.
Uji Ketahanan Arungi Samudra
Keputusan untuk mengelilingi Afrika sejauh ribuan mil laut akan menjadi ujian ketahanan (endurance) sesungguhnya bagi KRI Prabu Siliwangi-321 sebelum resmi memperkuat armada tempur nasional.
Modernisasi ini merupakan langkah strategis TNI AL dalam memperkuat kedaulatan di laut NKRI. Sambil menunggu kedatangan "monster laut" ini pada April mendatang, TNI AL juga terus mematangkan negosiasi pengadaan aset strategis lainnya dari Italia, termasuk rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































