HANKAM

Bukan di Masjid, Ratusan Santri Jakarta-Bogor Pesantren Kilat di KRI Semarang

mahasiswa hingga remaja masjid
Ratusan mahasiswa hingga remaja masjid mengikuti pesantren kilat di atas KRI Semarang-594 yang digelar TNI AL, Rabu (11/3). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Pemandangan berbeda terlihat di dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara. Ratusan siswa hingga mahasiswa asal Jabodetabek tidak mendatangi masjid untuk pesantren kilat, melainkan menyerbu geladak kapal perang KRI Semarang-594.

TNI AL resmi menggelar pesantren kilat Ramadan 2026 di atas kapal jenis LPD (Landing Platform Dock) ini selama tiga hari, 11-13 Maret. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebut antusiasme peserta sangat tinggi hingga mencapai 400 orang.

Mahasiswa hingga Remaja Masjid

Ratusan peserta kali ini datang dari latar belakang yang sangat beragam.

Baca Juga: Kemhan RI Bagikan 1.500 Paket Sembako “Ramadhan Berkah” di 8 Titik Jakarta-Tangerang-Bogor

"Semuanya ada 400 orang kurang lebih. Terdiri dari siswa-siswi SMA, kemudian ada mahasiswa juga, ada remaja masjid, hingga organisasi keagamaan yang ada di Jabodetabek," ujar Ali, Rabu (11/3).

Ali menjelaskan, selama pelayaran, para peserta akan mendalami ilmu agama dengan bimbingan narasumber dari Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pembinaan Mental (Disbintal) TNI AL, MUI, hingga Baznas. Agendanya pun padat, mulai dari salat tarawih, tahajud, hingga pengkajian sejarah agama.

mahasiswa hingga remaja masjid
(IDM/Faisal Ramadhan)

Bakti Sosial di Pulau Untung Jawa

Menariknya, pesantren kilat tahun ini tidak hanya fokus pada aspek spiritual di atas kapal. Ali membeberkan, para peserta juga akan dilibatkan dalam aksi kemanusiaan saat kapal bersandar.

Baca Juga: Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Satgas Teritorial Koops TNI Papua Baksos di Panti Asuhan

"Selain aspek spiritual, kita laksanakan juga pemberian santunan dan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Pulau Untung Jawa, Jakarta Utara," papar Ali.

Melalui kegiatan ini, Ali ingin para peserta melihat langsung bagaimana TNI AL mengabdi kepada masyarakat pesisir.

"Ini bagian dari ikhtiar kita mewujudkan generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa kebangsaan tinggi dengan landasan akhlak mulia," tambahnya.

Baca Juga: TNI AD Tambah 400 Personel di Kalimantan Utara, Perkuat Pertahanan Perbatasan

Merasakan Tradisi Kapal Perang

Selama tiga hari ke depan, 400 peserta ini akan mencicipi langsung kehidupan ala prajurit samudera, termasuk tradisi khas di kapal perang.

"Para peserta akan diperkenalkan dengan kehidupan dan tradisi di kapal perang TNI AL, termasuk dalam hal buka puasa dan sahur bersama di KRI Semarang ini," tutur Ali.

Selain materi agama dan bakti sosial, para peserta juga diajak berkeliling melihat kecanggihan alutsista matra laut. TNI AL membuktikan, kapal perang bisa menjadi ruang pengabdian sekaligus kelas terapung yang inspiratif bagi anak muda. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.