Buka Kongres Fatayat NU, Menhan Prabowo Ingatkan Pentingnya Peran Perempuan bagi Keselamatan Bangsa Indonesia

Palembang, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto membuka kongres Fatayat NU yang ke-XVI di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7). Kongres Fatayat NU kali ini mengambil tema “Bangkit Bersama, Berdaya Bersama” dan dihadiri secara virtual oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Dalam sambutannya, Menhan Prabowo menegaskan bahwa NU adalah pilar stabilitas negara, kita bersyukur bahwa Indonesia memiliki NU sebagai organisasi Islam yang begitu besar dan berpengaruh.
Peran perempuan NU pun begitu besar bagi keselamatan bangsa Indonesia. “Emak-emak ini bertanggung jawab atas keselamatan bangsa Indonesia. Ini sangat logis, karena kaum ibu menghasilkan generasi penerus kita. Kalau perempuan Indonesia lemah, generasi penerus kita akan lemah dan bangsa kita akan lemah,” jelas Menhan Prabowo.
“Kita mengerti bangsa yang lemah adalah bangsa yang akan, dijajah, diinjak dan dicuri bangsa lain,” ucap Menhan Prabowo.
"Dan saat ini kita semua bertanggungjawab atas keselamatan masa depan kita, karena itu adalah amanat UUD 45 kita. Dalam pembukaan UUD 45 tertera tujuan nasional kita, disitu dengan tegas dijelaskan tujuan nasional kita yang pertama adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, melindungi adalah tujuan nasional kita bersama, baru memajukan kesejahteraan umum kemudian mencerdaskan kehidupan bangsa dan terakhir menjaga ketertiban dunia," lanjut Menhan Prabowo.

“Artinya adalah pendiri bangsa Indonesia sudah meyakini sebuah negara mempunyai tujuan yang utamanya, yaitu melindungi segenap tumpah darah. Kalau kita tidak bisa melindungi segala tumpah darah kita, termasuk wilayah kita, termasuk kekayaan kita. Kalau itu tidak bisa terpenuhi, bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang sejahtera?”, sebut Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo mengatakan, ratusan tahun, bangsa kita, pulau-pulau kita didatangi oleh bangsa-bangsa asing. Ratusan tahun mereka datang, dan mereka mengambil kekayaan kita, karena saat itu kita lemah, pada saat itu kita bisa ditaklukan oleh mereka, karena pada saat itu pemimpin-pemimpin kita tidak dapat bersatu.
Dan saat ini, lanjut Menhan Prabowo, kita bersyukur saat ini mempunyai NU, bersama organisasi-organisasi islam yang besar lain dan juga organisasi dari agama lain. “NU selalu menjadi faktor perdamaian dan kerukunan di Indonesia saat ini, kita bersyukur keluarga besar NU selalu menjadi faktor yang akan menjamin perdamaian dan kerukunan,” ucap Menhan Prabowo.
Di akhir sambutan Menhan Prabowo mengucapkan Dirgahayu Fatayat NU yang ke-XVI, semoga Fatayat NU selalu diberi kemenangan, keselamatan oleh Allah SWT.
“Selamat berkongres, selamat berjuang, semoga saudara-saudara para sahabat selalu berjalan, dijalan yang diridhoi oleh Allah SWT,” tutup Menhan Prabowo. (gin)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































