Buka Keterisolasian Wilayah, TNI dan Masyarakat Bangun Jembatan di Distrik Ugimba Papua Tengah

Jakarta, IDM – TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia dan masyarakat setempat membangun jembatan di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, untuk membuka keterisolasian wilayah tersebut.
Jembatan Merah Putih Ugimba itu diresmikan oleh Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, yang mewakili Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, pada Senin (12/10).
“Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi sungai. Jembatan tersebut diharapkan membuka akses yang lebih baik menuju kebun, sekolah, pelayanan kesehatan, tempat ibadah, serta memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat,” tulis siaran pers Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Selasa (13/10).
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Tempur Modern, Kostrad Bekali Prajurit Keterampilan Drone
Pembangunan Jembatan Merah Putih Ugimba tersebut mendapat dukungan dari Pangkogabwilhan III dan Koops TNI Habema, serta melibatkan pemerintah daerah, Vertical Rescue Indonesia, dan masyarakat setempat.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan, pembangunan jembatan merupakan contoh nyata bahwa keamanan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Jangan hanya melihat jembatannya, tetapi lihat kehidupan yang akan melewatinya. Anak-anak menuju sekolah, mama-mama menuju kebun, masyarakat menuju pelayanan kesehatan dan tempat ibadah. Yang kita bangun bukan hanya jembatan, tetapi juga kesempatan dan harapan bagi masa depan masyarakat Ugimba,” ujar Riyanto.
Pangkoops menambahkan, pembangunan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan kampung.
Baca Juga: Keris Woomera 2026: Australia Geser Pasukan Amfibi Beserta Fregat dan Kapal “Tanker” ke Jawa Timur
“Masyarakat harus menjadi bagian utama dari pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dan dijaga secara berkelanjutan,” kata Riyanto.
Koops TNI Habema turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan hingga pembangunan jembatan tersebut selesai.
“Jembatan Merah Putih Ugimba menjadi simbol bahwa kedamaian tidak cukup hanya diwujudkan melalui keamanan, tetapi harus dirasakan melalui terbukanya akses, berjalannya pelayanan, tumbuhnya kehidupan masyarakat, dan semakin besarnya harapan anak-anak Papua terhadap masa depan,” kata Pangkoops TNI Habema.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































