HANKAM

Boeing 737-200 TNI AU Bantu Pemetaan hingga Penentuan Zona Prioritas Evakuasi ATR 42-500

Pesawat Boeing 737-200
Pesawat Boeing 737-200 Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar yang dikerahkan dalam proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat Boeing 737-200 untuk menjalankan misi pengawasan udara dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Misi pengawasan udara tersebut bertujuan untuk membantu pemetaan area lokasi jatuhnya pesawat, memantau perkembangan kondisi lapangan, serta menentukan zona prioritas evakuasi di kawasan pegunungan.

Baca Juga: Ibaratkan BSSN Angkatan Perang Asimetris, Menhan Sebut Kekuatan Siber tak Boleh Terpecah Belah

Pesawat asal Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar tersebut telah dikerahkan sejak hari pertama pencarian pesawat, Minggu (18/1).

Helikopter H225M Caracal
Helikopter H225M Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor yang dikerahkan dalam proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin)

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan bahwa pengerahan unsur TNI AU ini merupakan bentuk komitmen dan respon cepat dalam membantu operasi kemanusiaan.

Baca Juga: Grup 1 Angkut Tingkatkan Kesiapan Operasional lewat Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A

“TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Hasanuddin, siap mendukung penuh upaya pencarian dan evakuasi pesawat yang hilang kontak ini. Seluruh kemampuan yang kami miliki akan kami kerahkan secara maksimal, baik melalui unsur udara maupun personel di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan sinergi bersama seluruh instansi terkait,” tegas Marsma TNI Arifaini dikutip dari unggahan Instagram @lanudsultanhasanuddin, Selasa (20/1).

Selain Boeing 737-200, TNI AU juga mengerahkan helikopter H225M Caracal asal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Memasuki hari ketiga evakuasi, helikopter TNI AU kembali terbang untuk menurunkan prajurit Korpas Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) bersama personel Basarnas ke titik jatuhnya pesawat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.