HANKAM

Blokade Penyelundupan Timah, TNI AL Perkuat Operasi dan Latihan dari Laut Jawa hingga Dabo Singkep

Lanal
Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal ke luar negeri yang berlokasi di perkebunan Nelayan II Sungailiat, Bangka, Senin (11/08). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL meningkatkan latihan dan patroli laut berskala strategis sebagai upaya menjaga keamanan perairan dan menindak aktivitas penyelundupan timah ilegal.

“Latihan akan dilaksanakan di Laut Jawa, kemudian terus sampai dengan di perairan Dabo Singkep,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali usai upacara penyerahan KRI Belati-622, di Mako Kolinlamil, Jakarta, Jumat (24/10).

Ali menegaskan, langkah ini bertujuan menutup jalur penyelundupan timah dan logam tanah jarang, memastikan setiap jalur strategis diawasi secara ketat, dan aktivitas ilegal dapat dicegah sejak awal.

Baca Juga: Tinjau Program Rumah Tidak Layak Huni, Pangdam XVII/Cenderawasih: Wujud Kepedulian TNI

“Setelah selesai latihan, mereka langsung melaksanakan patroli di sana untuk memblokade, menutup jalan dari kemungkinan adanya penyelundupan,” ujarnya.

Langkah TNI AL ini sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan pihaknya bersama TNI telah memblokir pulau Bangka Belitung (Babel) untuk memantau keluar masuk kegiatan pertambangan timah ilegal.

Laporan menunjukkan terdapat sekitar 1.000 tambang timah ilegal, yang menyebabkan Indonesia kehilangan 80 persen produksi timah akibat penambangan ilegal dan penyelundupan.

Baca Juga: Terima Delegasi Kemhan Laos, PMPP TNI Pererat Kerja Sama

“Saya membuat program pelatihan militer dengan kapal perang, pesawat terbang, helikopter, dan drone, dan kami memblokir kedua pulau tersebut. Tidak ada kapal yang boleh masuk atau ke luar, tanpa kami tahu apa yang ada di dalamnya,” ungkap Prabowo dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, di Jakarta, Rabu (15/10).

Prabowo juga bercerita adanya sebuah kapal sampan yang membawa berpeti-peti batangan timah dan logam tanah jarang, yang berhasil disita.

“Kami menghitung dari operasi ini kami menyelamatkan negara sekitar beberapa miliar dolar, jadi tahun depan produksi timah diharapkan bisa kembali ke posisi semula. Dan seharusnya bisa mendapatkan tiga atau empat kali lipat pendapatan dari tahun lalu,” katanya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.