Bikin Adem, Momen Menhan Prabowo Peluk Panglima Andika dan KSAD Dudung Abdurachman

Jakarta, IDM - Bikin adem suasana, begitulah kata yang tepat diucapkan saat melihat momen keakraban usai rapat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemhan/TNI tahun anggaran 2023 dengan Komisi I DPR RI, Senin, (26/9).
Terlihat saat itu Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto merangkul serta memeluk Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, keduanya tampak tersenyum di pelukan Prabowo.
Selanjutnya Menhan Prabowo juga menggandeng kedua tangan Jenderal tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi menunjukkan kesolidan di tubuh TNI.
Terakhir ketika hendak pulang, Panglima TNI, KSAD, KSAL dan KSAU serempak memberi hormat.
Isu tidak harmonisnya Panglima TNI Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman pertama kali dihembuskan oleh satu anggota DPR Effendi Simbolon. Namun isu itu ditepis hari ini kala Menhan Prabowo merangkul dan menggandeng kedua pimpinan tersebut.
Rapat dengan Komisi I kali ini adalah rapat lanjutan membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemhan/TNI tahun anggaran 2023. Rapat tersebut berlangsung tertutup yang berlangsung kurang lebih empat jam lebih. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































