HANKAM

Bicara Pertahanan Laut, Seskoal Gandeng Lembaga Kajian Maritim Australia

Kapusjianmar
Kapusjianmar, Laksma TNI Salim menerima kunjungan Kepala SPC-A, Kapten Bernard Roy Dobson, di Jakarta, Kamis (4/6). (Foto: Dok. Pusjianmar)

Jakarta, IDM – Sekolah Tinggi Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan. Melalui Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar), institusi pendidikan militer ini resmi menggandeng lembaga kajian strategis asal Negeri Kanguru, Sea Power Centre Australia (SPC-A).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan kehormatan Kepala SPC-A, Kapten Bernard Roy Dobson, ke kantor Pusjianmar Seskoal di Jakarta, Kamis (4/6). Pertemuan bilateral ini bertujuan untuk mempererat komunikasi sekaligus menyatukan sinergi pemikiran di bidang pertahanan laut.

Kedua institusi ini memegang peran krusial sebagai wadah pemikir (think tank) bagi angkatan laut masing-masing negara. Baik Pusjianmar TNI AL maupun SPC-A bertanggung jawab merumuskan draf kebijakan, doktrin militer, hingga strategi keamanan maritim guna mengantisipasi dinamika lingkungan strategis yang terus bergolak.

Baca Juga: Digembleng 3 Bulan di Cina, Perwira TNI AL Lulus Kursus Selam Militer

Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, Laksma TNI Salim, menegaskan pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi kedua lembaga. Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab tantangan keamanan laut yang kian hari kian kompleks.

"Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan sinergi pengembangan pemikiran strategis, kajian kemaritiman, serta pertukaran pengetahuan di bidang pertahanan laut," ujar Salim, dikutip dari keterangan Pusjianmar, Sabtu (6/6).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama yang sudah ada lewat peluncuran wadah pertukaran gagasan bersama. Langkah ini diwujudkan melalui publikasi ilmiah berkala bertajuk Nusantara Maritime.

Salim memaparkan, jurnal digital tersebut bakal memuat rentetan analisis tajam dari para pakar maritim kedua negara tetangga. Produk literatur ini diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi baru dalam menjaga kedaulatan laut regional.

Baca Juga: Lanud Abdulrachman Saleh Hadapi Ancaman Bom jadi Skenario Latihan Kesiagaan I Kodau II Sikatan Daya

"Kami membahas penguatan dan keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin, khususnya melalui publikasi bersama Nusantara Maritime sebagai wadah pertukaran gagasan, diseminasi (penyebaran) pengetahuan, dan pengembangan pemikiran strategis di bidang kemaritiman," urai jenderal bintang satu tersebut.

Tak berhenti di situ, lembaga pengkajian RI-Australia ini juga merancang agenda diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) dalam waktu dekat. Agenda ini bakal melibatkan rentetan peneliti dan akademisi top untuk menguliti berbagai isu maritim sensitif.

Melalui forum ilmiah tersebut, kedua lembaga optimistis bisa menciptakan rekomendasi kebijakan yang kuat dan siap pakai. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi penguatan strategi pertahanan laut kedua negara, sekaligus menjaga ketertiban di wilayah perairan regional maupun global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.