Bertemu Prabowo, KSAD Laporkan Empat Program TNI AD yang Sudah Terselesaikan

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Dilansir keterangan Sekretariat Kabinet, Jumat, (3/1) kedatangan Maruli dimaksudkan untuk melaporan mengenai terselesaikannya sejumlah program TNI AD.
Baca Juga: Gelar Safety Meeting, Puslaiklambangjaau Bahas Kebijakan Keselamatan TNI AU Tahun 2025
Tampak hadir juga Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Sejumlah program yang dilaporkan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI-AD," tulis keterangan Sekretariat Kabinet.
Baca Juga: Sebanyak 30 Prajurit Pandawa Akan Berangkat ke Papua, Dapat Pesan Khusus
Berikut empat program yang telah terselesaikan yaitu:
- Program 3.355 titik air dan pipanisasi yang berdampak positif mengairi Lahan Pertanian Tadah Hujan seluas 48.043 hektare.
- Perbaikan Rumah Dinas Prajurit sejumlah 2596 Unit dan Pengadaan kendaraan dinas baru sejumlah 304 Unit.
- Perbaikan 221 koramil.
- Pembangunan puluhan berbagai sarana seperti kolam renang, prasana latihan, dan saran lainnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































