Bertemu Menhan AS Lloyd Austin, Prabowo Apresiasi Kerja Sama Modernisasi Alutsista RI

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan Amerika Serikat (AS) dalam hal kerja sama kedua negara, terkait modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia.
Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di sela-sela kegiatan IISS Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura, Sabtu (1/6).
Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Singapura yang Baru, Bahas Kerja Sama Pertahanan
Prabowo mengatakan, kedua negara menyadari pentingnya kerja sama bilateral dalam modernisasi pertahanan untuk mengembangkan kemampuan dalam menghadapi berbagai ancaman dengan efektif.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada dukungan Amerika Serikat terkait kerja sama dalam memodernisasi alutsista Indonesia. Hal ini penting untuk pemenuhan kekuatan TNI,” ujar Prabowo.
Baca Juga: PBB Anugerahi Medali Tertinggi Kepada 2 Prajurit TNI
Ia lalu mengucapkan terima kasih atas diskusi yang produktif antara Indonesia dan AS, dan berharap dapat terus berkolaborasi, serta memperkuat ikatan antara Indonesia dan AS.
Setelah pertemuan bilateral RI-AS, Prabowo dijadwalkan menyampaikan special address dalam IISS Shangri-La Dialogue 2024.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































