HANKAM

Bertemu Dubes Hungaria dan Yordania, Menhan Prabowo Ingin Tingkatkan Industri Pertahanan

Prabowo Subianto , Lilla Karsay
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Lilla Karsay di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (21/3). (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM - Indonesia dan Hungaria menyepakati rencana peningkatan kerja sama antara kedua negara, khususnya dalam transfer tekonologi untuk pengembangan industri pertahanan nasional.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Duta Besar Lilla Karsay di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (21/3).

"Indonesia berharap dapat menjalin kerja sama pertahanan lebih kuat dengan Hungaria, terutama dalam transfer teknologi. Indonesia tengah berupaya mengembangkan industri pertahanan nasional untuk memenuhi kebutuhan alutsista," kata Prabowo, dikutip dari keterangan Humas Kemhan, Sabtu (23/3).

Baca Juga: Dukung Pendidikan Intai Tempur Amfibi, Puspenerbal Kerahkan Helikopter Bell 412SP

Menurut Prabowo, Hungaria merupakan negara yang memiliki keunggulan bidang riset dan teknologi sebanding dengan negara Eropa lainnya. Sementara Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Hungaria dalam bidang pendidikan, perdagangan, dan energi.

Prabowo Subianto , Sudqi Al Omoush
Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Pada hari yang sama, Prabowo juga menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush. Keduanya juga membicarakan peningkatan kerja sama bidang pertahanan.

"Kita dapat menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang industri pertahanan, termasuk pengembangan bersama, pengadaan peralatan pertahanan, dan pertukaran pengetahuan," ujar Prabowo.

Baca Juga: Uji Kemampuan Kapal Perang Armada Pemukul, Koarmada Akan Gelar Latihan Operasi Laut Gabungan

Selain itu, keduanya turut membahas dinamika geopolitik global. Prabowo mengatakan, Indonesia dan Yordania menjunjung tinggi nilai perdamaian dan kerja sama antarnegara sebagai upaya menciptakan stabilitas regional serta berkontribusi positif menangani tantangan global.

"Indonesia mengakui persahabatan abadi dengan Yordania karena kedua negara tetap berkomitmen untuk memupuk perdamaian dunia, khususnya di Timur Tengah dan meningkatkan kerja sama bilateral untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.