Bersama Pangdam Jaya, Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito Ziarah ke TMP Kalibata

Jakarta, IDM - Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Mohamad Hasan dan Ibu Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS VI, Ririx M. Hasan, mendampingi Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito dan Permaisuri Masako ziarah khusus di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa, (20/6).
Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito dan permaisuri Masako melaksanakan upacara ziarah di TMPNU Kalibata, upacara memberi penghormatan kepada pahlawan Tanah Air dan mengheningkan cipta serta peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan bangsa.

Ini merupakan kunjungan luar negeri perdana Kaisar Hironomiya Naruhito sejak naik tahta pada Mei 2019 dan Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako.
Baca Juga: Diikuti Penerjun Profesional dan Mancanegara, TNI AU Gelar Bali Boogie Jump in Paradise 2023
Kegiatan upacara ziarah berjalan dengan hikmat dan lancar, turut hadir dalam kegiatan khusus Kasgartap 1/Jakarta, Danrem 051/Wkt dan Dandim 0504/JS. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































