Bermodal Peta dan Kompas, Siswa Setukba TNI AU A-50 Asah Kemampuan Navigasi Darat

Jakarta, IDM – Siswa Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-50 ditempa menguasai teknik navigasi darat tanpa bergantung pada perangkat navigasi digital. Kemampuan tersebut diasah melalui materi Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK) pada hari kedua Latihan Berganda (Latganda) di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (15/7).
Penguasaan navigasi darat menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap calon prajurit TNI AU untuk menghadapi berbagai kondisi medan saat menjalankan tugas.
Baca Juga: Indonesia dan Singapura Resmi Bentuk Forum Alumni Pertahanan
“Melalui latihan ini, diharapkan para calon Bintara TNI AU memiliki kemampuan navigasi lapangan yang andal, disiplin, serta kesiapan fisik dan mental sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di satuan nantinya,” tulis Penerangan Wing Pendidikan 400/Matukjur, dikutip Kamis (16/7).

Latihan diawali dengan pergerakan siswa menuju titik awal baca peta di Desa Guli, Kecamatan Nogosari. Berbekal peta topografi, para siswa kemudian menempuh rute sejauh tiga kilometer hingga garis akhir di Desa Sindon sambil menguji kemampuan membaca medan dan menentukan jalur secara tepat.
Baca Juga: TNI AL dan Filipina Satukan Marinir–Pasukan Katak di Forum Khusus
Setelah menyelesaikan materi baca peta, para siswa kemudian melanjutkan latihan dengan menggunakan kompas. Pada tahap ini, mereka dituntut mampu menentukan arah, melakukan orientasi medan, serta bergerak secara mandiri menuju sasaran hingga mencapai Lapangan Tembak Kopral Semi yang menjadi lokasi akhir latihan sekaligus tempat berbivak.
Sehari sebelumnya, para siswa telah menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer untuk mejnalani materi Mars Menuju Musuh (M3) atau long march. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Latihan Berganda yang bertujuan untuk membentuk ketahanan fisik, mental, disiplin, serta jiwa juang para siswa.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































