Berjuang di Papua, 10 Prajurit Marinir Naik Pangkat Luar Biasa

Jakarta, IDM – Sebanyak 115 prajurit TNI, termasuk 10 dari Korps Marinir yang bertugas di Papua, mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, di Timika, Papua Tengah Jumat (2/1).
Para prajurit tersebut berasal dari berbagai satuan, mulai dari Korps Marinir, Kopassus, hingga satuan tempur dan bantuan tempur lainnya. Kenaikan pangkat diberikan atas keberhasilan mereka menjalankan tiga operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Baca Juga: Menhan Ingin Komando Operasi di Papua Disempurnakan agar Punya Kapasitas Teritorial dan Intelijen
Dalam operasi di bawah Komando Operasi TNI Habema, para prajurit menjalani tugas di daerah dengan risiko tinggi. Marinir, Kopassus, dan satuan lain bekerja bersama dalam operasi gabungan yang berhasil menguasai sejumlah markas kelompok bersenjata serta menetralisasi ancaman keamanan, sambil tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

Sjafrie mengatakan, kenaikan pangkat luar biasa merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian prajurit.
“Apalah artinya secarik kertas atau pangkat yang dinaikkan karena mereka sudah berbakti dan berjuang untuk negara dan bangsa,” kata Sjafrie, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (3/1).
Baca Juga: TNI AD Buka Suara Soal Kematian Pratu Farkhan Sauqi Marpaung
Ia juga meminta para pimpinan TNI tidak ragu memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi, baik dari Korps Marinir, Kopassus, maupun satuan lainnya. Menurut Sjafrie, perhatian terhadap kesejahteraan keluarga prajurit harus menjadi bagian dari tanggung jawab negara.
“Saya sebagai menteri pertahanan akan memperjuangkan prajurit yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, termasuk kesejahteraan keluarganya,” ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































