HANKAM

Berikan Motor untuk Babinsa di Surabaya, Prabowo Ingin Perbaiki Semua Komando Teritorial

Prabowo Ingin Perbaiki Semua Komando Teritorial
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menyerahkan motor di Komando Rayon Militer (Koramil) 0830/05 Tandes, Komando Distrik Militer (Kodim) 0830 Surabaya. (Tim Media Prabowo)

Surabaya, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Surabaya menyerahkan 20 unit motor di Komando Rayon Militer (Koramil) 0830/05 Tandes, Komando Distrik Militer (Kodim) 0830/Surabaya Utara, Senin (26/12).

Prabowo mengatakan, kedatangannya ke Koramil 0830/05 Tandes untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh Babinsa dan aparat teritorial Koramil di seluruh Kodam Brawijaya serta mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Kodim-Kodim maupun Koramil-Koramil, akan tetapi tidak semua bisa dalam waktu yang cepat.

Prabowo Ingin Perbaiki Semua Komando Teritorial
(Tim Media Prabowo)

“Terima kasih atas jerih payah dan pengabdianmu, saudara adalah ujung tombak dari pertahanan negara kita. Pertahanan negara kita adalah pertahanan keamanan rakyat semesta. Seluruh rakyat wajib dan berhak untuk membela negara. Karenanya, junjung tinggi selalu kehormatan Merah Putih. Jaga selalu Rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia juga menekankan keinginannya memperbaiki semua komando teritorial, dari Babinsa, Korem, Koramil, Kodim, Kodam, Kogabwilhan, untuk diperkuat dan diberdayakan, yang diperlengkapi dengan alat transportasi agar bekerja lebih baik.

“Selamat bertugas. Ingat, TNI adalah tentara rakyat. TNI berasal dari rakyat, TNI berjuang untuk rakyat. TNI dari rakyat, dan untuk rakyat. Jaga rakyat kita sebaik-baiknya. Kita jaga kerukunan keamanan bersama untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Kita perlu keamanan, kesejukan, ketertiban. Teritorial adalah tulang punggung pertahanan negara,” tegas dia.

Prabowo Ingin Perbaiki Semua Komando Teritorial
(Tim Media Prabowo)

Pada kesempatan itu Prabowo didampingi Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan SK Menhan Bidang Kersalem Marsda TNI (Purn) Bambang Eko.

Prabowo pun menyempatkan diri berbincang dengan Babinsa, para ibu dan anak keluarga dari anggota Kodim dan Koramil, Legiun Veteran Pabean Cantian dan warga sekitar.

Baca: Panglima TNI Yudo Resmikan 16 Infrastruktur di TNI AL

Saat tiba di Koramil, Prabowo disambut oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, MSc., Danrem 084/BJ Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, Aster Kasdam V/BRW Kolonel Arm Wijang Rimoko Ardani, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Utara, Kolonel Inf Budi Handoko, Komandan Rayon Militer (Danramil) 0830/05 Tandes, Mayor Inf Heri Susanto, Kapolsek Tandes Kompol Danu Anindhito, Camat Tandes Febri Aditya dan perwakilan Pemkota Surabaya serta warga setempat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.