Beri Pembekalan pada Capaja TNI-Polri, Panglima Yudo Tekankan Pentingnya Berjiwa Besar

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menekankan setiap unsur TNI-Polri wajib berjiwa besar. Menurutnya, hal itu sekaligus menekankan peran kedua institusi sebagai alat perekat perbedaan bangsa.
Mengutip keterangan Puspen TNI Minggu (23/7), pernyataan tersebut disampaikan Yudo saat memberi pembekalan kepada 833 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri di Jakarta, Jumat (21/7).
Baca Juga: Dilengkapi dengan Flight Training Device, KSAU Resmikan Gedung Simulator Helikopter Colibri
Ratusan Capaja itu terdiri dari 357 calon perwira TNI AD, 94 TNI AL, 114 TNI AU dan 268 calon perwira Polri.
"Jadikan kritik itu sebagai motivasi untuk lebih baik, tentunya dari sekarang kalian menjadi Letda sampai naik jadi Pama, Pamen dan Pati akan semakin banyak kritik dan banyak terpaan serta banyak godaan," tutur Yudo.
Baca Juga: Panglima TNI Kunjungi Thailand Bahas Kerja Sama Intelijen, Operasi dan Latihan
Ia pun berpesan kepada seluruh calon perwira untuk meningkatkan kualitas diri. Selain berjiwa besar, karakter penting yang wajib dimiliki adalah teguh pendirian dan berjiwa gotong royong.
Yudo pun berkomitmen bakal terus memperkuat sinergi dua institusi tersebut.
"Sudah harus dibangun sinergitas TNI-Polri, karena kekuatan dan pertahanan keamanan bangsa Indonesia dibangun oleh kekuatan TNI-Polri," ujarnya. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































