HANKAM

Beri Pembekalan ke Capaja, Menhan Sjafrie Sebut Ancaman Bisa Datang Kapan Saja Tanpa Diduga

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri tahun 2025 di Gelanggang Olahraga (Gor) Ahmad Yani Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (19/7/2025). Menhan Sjafrie didampingi Panglima Jenderal Agus Subiyanto beserta kepala staf tiga matra dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri tahun 2025 di Gelanggang Olahraga (Gor) Ahmad Yani Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (19/7).

Dalam amanatnya, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa realitas ancaman bisa datang kapan saja, tanpa diduga. “Siapkan dirimu baik-baik untuk menghadapi situasi yang terburuk,” kata Sjafrie dalam siaran pers Kementerian Pertahanan RI, dikutip Minggu (20/7).

Sjafrie kemudian memaparkan tiga pilar fundamental yang harus tertanam dalam diri setiap pemimpin masa depan, yakni integritas, loyalitas, dan kompetensi.

Baca Juga: Wakasau Pimpin Rapat Persiapan Demo Udara HUT ke-80 TNI

Integritas sebagai manusia yang berketuhanan; loyalitas kepada bangsa dan negara sebagai fondasi utama pengabdian; serta kompetensi yang mencakup kapabilitas, kredibilitas, keberanian mengambil risiko, dan tanggung jawab.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan dalam membentuk perwira yang tangguh dan berkarakter. “Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki tiga pilar utama yakni integritas, loyalitas, dan kapabilitas,” kata Sjafrie.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan kebahagiaannya bisa bertatap muka dengan para calon perwira. Ia mengingat momen 51 tahun lalu, saat dirinya dan rekan-rekannya berada dalam “kawah candradimuka” yang sama.

Baca Juga: Kogabwilhan III Datangkan Tim Medis dari Jakarta untuk Warga di Nduga

“Kita semua pernah berada dalam satu kawah candradimuka, di mana prajurit TNI dan Polri ditempa bersama,” ujar Sjafrie, yang merupakan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1974.

Menhan juga berpesan bahwa perwira remaja harus mempunyai persiapan yang matang. “Kita harus mempunyai perencanaan yang matang, dan juga kita harus punya kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat pada saatnya,” kata Sjafrie.

Pembekalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penting menjelang upacara Prasetya Perwira (Praspa) pada 23 Juli 2025.

Baca Juga: KRI Wahidin Sudirohusodo Jalani Penilaian Kandidat Kapal TNI AL Teladan 2025

Upacara Praspa menjadi momentum bagi capaja sebagai titik awal perjalanan pengabdian mereka sebagai perwira pertama di lingkungan TNI dan Polri.

Terdapat 2.000 capaja yang mengikuti pembekalan, rinciannya 827 capaja dari Akademi Militer (Akmil), 433 capaja Akademi Angkatan Laut (AAL), 293 capaja Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 447 capaja Akademi Kepolisian (Akpol).

Dalam pembekalan itu, Menhan Sjafrie didampingi Panglima Jenderal Agus Subiyanto beserta kepala staf tiga matra dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.