Beri Pembekalan di Unhan, Panglima TNI Ungkap Peran Penting Diplomasi Militer

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap peran penting diplomasi militer sebagai aspek penting dalam mendukung kebijakan luar negeri.
Hal tersebut diungkap Agus saat memberi pembekalan untuk peserta program Senior Management Course Universitas Pertahanan di Bogor, Jumat (17/1). Ia juga berpendapat diplomasi militer merupakan salah satu bentuk peran TNI dalam menyokong ketahanan nasional.
Baca Juga: Tiap Hari TNI Masak 1.500 Porsi Makanan untuk Pengungsi Erupsi Gunung Ibu
"Diplomasi bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral maupun multilateral, memperkuat kerjasama keamanan regional serta menciptakan stabilitas kawasan," jelas Agus, dikutip dari keterangan Puspen TNI.
Untuk mencapai upaya itu, Agus pun mendorong para perwira peserta program untuk mengasah daya pikir dan tidak terjebak pada rutinistas.
Baca Juga: Bantu Evakuasi Kapal Malaysia, Bakamla Beri Penghargaan kepada Kapal MV Intan Daya
"Saya rasa kita sama-sama sepemikiran bahwa kita tidak bisa berpikir flat atau biasa-biasa, atau rutinisme saja, Kita bisa merubah pola pikir dan pola tindak, supaya TNI bisa lebih baik," tuturnya.
Adapun kegiatan kegiatan pembekalan diikuti oleh 201 peserta, yang terdiri dari Perwira Tinggi dan Perwira Menengah berpangkat Kolonel dari tiga matra yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































