HANKAM

Beri Motor dan Alat Komunikasi Babinsa, Prabowo: Nanti Presiden Bisa Cek Langsung Kalian

Beri Motor dan Alat Komunikasi Babinsa
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan motor dan alat komunikasi untuk para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 0825/12 Rogojambi, Banyuwangi. (Tim Media Prabowo Subianto)

Banyuwangi, IDM - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto memberikan motor dan alat komunikasi untuk para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 0825/12 Rogojambi, Banyuwangi, Jumat, (30/12).

Prabowo mengatakan hal ini adalah bentuk terima kasih karena pekerjaan dan dedikasi para Babinsa sebagai komando teritorial, tulang punggung pertahanan negara.

"Saya datang ke sini ingin mengucapkan terima kasih atas pekerjaanmu dan dedikasimu. Komando teritorial adalah tulang punggung dari pertahanan negara yang kita harap pertahanan keamanan rakyat semesta. TNI adalah tentara rakyat oleh karena itu harus selalu bersatu dengan rakyat, bersatu dengan Polri, bersatu dengan aparat pemerintahan semua," kata Prabowo.

Ia melanjutkan seluruh Komandan Koramil (Danramil) dan Babinsa di Indonesia akan menerima motor dan juga alat komunikasi. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk membangun pertahanan negara dan untuk sekarang kita berdayakan komando teritorial.

"Yang di depan yang bersama rakyat adalah saudara -saudara sekalian, karena itu Presiden memerintahkan saya untuk membangun pertahanan negara dan untuk sekarang kita berdayakan komando teritorial,” ujarnya.

Beri Motor dan Alat Komunikasi Babinsa
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan doa bersama usai menyerahkan motor di Koramil 0825/12 Banyuwangi. (Tim Media Prabowo Subianto)

“Seluruh Babinsa, seluruh Danramil akan kita lengkapi alat komunikasi nanti Presiden bisa langsung mengecek ke kalian di Desa manapun Presiden bisa langsung mengecek ke kalian," ungkap Prabowo.

"Jadi saya minta sabar semuanya, kita pimpinan mengerti semua jerih payahnya kalian, saya datang ke sini ingin mengucapkan terima kasih atas pekerjaanmu dan dedikasimu. Semoga Tuhan yang Mahakuasa selalu melindungi kalian dan keluarga kalian semua," lanjutnya.

Baca: Falcon 7X dan 8X, Pesawat VVIP Yang Siap Dioperasikan Skadron Udara 17

Berikutnya, Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk Pemerintah daerah Banyuwangi yang selalu memberikan dukungan untuk komando teritorial.

"Terima kasih pemerintah daerah, saya lihat ini pasti ada dukungan dari pemerintah daerah, Koramil sekarang dalam keadaan cukup bagus, ada kesadaran dari pemerintah daerah bahwa komando teritorial sangat penting dalam menjaga stabilitas, perdamaian, kerukunan. Negara kita sekarang sedang maju terus, kita atasi Covid-19 walaupun kita harus waspada, seluruh dunia dalam keadaan susah karena perang di mana-mana terutama di Ukraina," kata Prabowo.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.