HANKAM

Beri Kuliah Umum di Seksoad, KSAU Soroti Pentingnya Interoperabilitas Antarmatra

KSAU M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memberi kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII Seskoad Tahun Ajaran 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa setiap matra tidak dapat mengandalkan kemampuan sendiri dalam menghadapi dinamika operasi modern yang semakin kompleks.

Menurutnya, keberhasilan operasi gabungan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing matra untuk saling terhubung dan bekerja secara terpadu. Untuk itu, keterpaduan antarmatra menjadi kebutuhan agar setiap kekuatan dapat bergerak dalam satu kesatuan operasi.

Baca Juga: Rotasi Empat Asisten KSAU, Marsda Ian Fuady Kini Jabat Pangkoopsau

Keterpaduan tersebut mencakup interoperabilitas, sinkronisasi komunikasi, hingga kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan operasi. Karena itu, kemampuan tersebut perlu terus dibangun dan dilatih bersama.

Personel TNI AU
Kuliah umum Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII Seskoad Tahun Ajaran 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan ketepatan strategi, kecepatan mobilitas dan penyebaran kekuatan, serta integrasi operasional antarmatra. Kasau mendorong para Pasis membangun komunikasi dan kesepahaman dengan matra lain, sekaligus membudayakan disiplin verifikasi informasi serta terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan lingkungan operasi,” jelas Tonny dikutip Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (8/10).

Baca Juga: TNI Dalami Rumah Dinas KPAD Cijantung jadi Markas Judol, Buka Kemungkinan Periksa Perwira Pemilik Rumah

Keseluruhan hal tersebut disampaikan KSAU saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII Seskoad Tahun Ajaran 2026 di Gedung Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Selasa (6/10).

Kuliah umum diikuti oleh 321 Pasis dari TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), TNI Angkatan Udara (TNI AU), dan Polri. Adapun tema yang diusung dalam kuliah umum tersebut yakni “Implementasi Doktrin TNI Angkatan Udara dalam Mewujudkan Strategi Pertahanan Negara ‘Defensif Aktif’ guna Mendukung Terwujudnya Stabilitas Pertahanan dan Keamanan Negara”.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.