HANKAM

Beri Arahan ke Alumni Lemhannas, Wakasal Minta 13 Perwira TNI AL Responsif Hadapi Ancaman

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Edwin
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Edwin saat memberikan pengarahan khusus kepada 13 perwira TNI AL alumni Lemhannas RI di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Edwin mengumpulkan 13 perwira TNI AL yang baru saja lulus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Edwin meminta belasan perwira tersebut bertindak responsif dalam memetakan berbagai potensi ancaman terhadap pertahanan negara.

Pengarahan khusus ini berlangsung di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/7). Para perwira yang hadir merupakan alumni Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan LXIX tahun anggaran 2026.

Dua hari sebelum menghadap Edwin, ke-13 perwira ini menghadiri upacara penutupan pendidikan di Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (7/7). Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto turut hadir, bersama Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily yang mengingatkan para alumni untuk mewaspadai ancaman siber hingga masalah ketahanan pangan dan energi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Kenaikan Pangkat 105 Perwira Tinggi TNI: Pangkogabwilhan II Resmi Bintang Tiga, Kapuspen TNI Berpangkat Mayjen

Usai menuntaskan masa kuliah selama 5,5 bulan di Lemhannas, para perwira TNI AL ini langsung menerima instruksi lanjutan dari Mabesal. Edwin mengapresiasi keberhasilan seluruh personelnya yang mampu menyelesaikan pendidikan strategis tersebut dengan hasil baik.

Edwin menuntut para alumni Lemhannas ini segera mempraktikkan ilmu dan wawasan kebangsaan ke dalam penugasan nyata. Menurutnya, pengalaman strategis dari bangku kuliah menjadi bekal utama prajurit untuk menghadapi dinamika lingkungan pertahanan yang berubah cepat.

Mabesal membidik para perwira alumni ini untuk menjadi pemimpin yang profesional dan andal. Edwin juga memerintahkan jajarannya untuk membuang pola pikir sempit dan mulai mengembangkan cara berpikir menyeluruh yang menyentuh segala sektor.

Baca Juga: Tinjau Dinamika Operasi Satgas di Papua Tengah, Kaskogabwilhan III: Hadirnya TNI Harus Beri Aman Masyarakat

Edwin meminta para perwira terus mempererat komunikasi dan kolaborasi antarsesama alumni. Langkah ini menjadi bagian penting dari penerapan sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen pertahanan negara.

"Ilmu, wawasan kebangsaan, dan pengalaman strategis yang diperoleh selama mengikuti P4N harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas. Hal ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang," kata Edwin, dikutip dari Instagram @tni_angkatan_laut, Jumat (10/7).

Mabesal memanfaatkan momentum pengarahan ini untuk mendongkrak kualitas kepemimpinan para perwira matra laut. Lewat pembekalan ini, para lulusan Lemhannas diharapkan mampu menyumbang kontribusi maksimal dalam menjaga kedaulatan serta mengamankan seluruh kepentingan nasional di wilayah laut Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.