Beri Arahan ke 1.500 Dansat TNI, Menhan Sjafrie Tekankan Soliditas dan Kepentingan Nasional

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan kepada para komandan satuan (dansat) TNI di Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/4). Sebanyak 1.500 dansat TNI dikumpulkan di Unhan.
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menyampaikan refleksi berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun di dunia militer. Diketahui, Sjafrie merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) 1974 dan besar dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sjafrie pernah menjabat Panglima Kodam Jaya di era Orde Baru.
Sjafrie menilai, kondisi TNI saat ini menunjukkan tingkat sinergi yang semakin baik, khususnya dalam hubungan antara pimpinan dan satuan di lapangan.
Baca Juga: Mantan KSAD Dudung Abdurachman akan Kawal Program Strategis Pemerintah
“Soliditas tersebut merupakan modal utama dalam memperkuat pertahanan negara,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Jumat (1/5).
Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa kekuatan pertahanan memiliki peran strategis sebagai sabuk pengaman atau safety belt dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
Terkait dinamika global, Sjafrie menekankan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada konstitusi dan kepentingan nasional, dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Menhan juga mengajak seluruh dansat untuk terus menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme, serta mempersiapkan generasi penerus yang tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan.
Baca Juga: TNI AD Lantik 1.202 Perwira Muda, Siap Mengabdi untuk NKRI
Adapun para dansat dikumpulkan untuk menyamakan visi serta memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Pada hari pertama apel dansat, Rabu (29/4), sejumlah pimpinan kementerian/lembaga hadir untuk menyampaikan pembekalan kepada para dansat TNI, seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hingga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Selain itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, serta pimpinan industri strategis nasional seperti PT Pindad dan PT Agrinas, turut menyampaikan materi. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































