HANKAM

Berhasil Tembus Pasar Ekspor, PTDI Kirim Pesawat NC212i untuk DRRAA Thailand

Pesawat NC212i
Pesawat NC212i produksi PTDI yang dikirim untuk Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand. (Foto: Dok. Humas PTDI)

Jakarta, IDM - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengirim satu unit pesawat NC212i untuk Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand dari Hanggar Delivery Center PTDI, Bandung, Senin (29/5).

Pesawat dengan tail number AX-2131 ini merupakan pesawat NC212 series ke-10 yang dikirim oleh PTDI untuk DRRAA Thailand.

Penandatanganan kontrak pengadaan pesawat telah dilakukan pada November 2020 lalu antara PTDI dengan A.I.C.E. Enterprises (Thai) Co., Ltd. Nantinya, pesawat akan diubah oleh DRRAA Thailand, yang awalnya merupakan troop transport menjadi konfigurasi rain making untuk modifikasi cuaca.

Baca Juga: Wakili Menhan Prabowo, Herindra Terima Dua Unit Kapal Pemburu Ranjau Terbaru

Direktur PTDI Gita Amperiawan menjelaskan, pengiriman pesawat ini menjadi bukti jika produksi pesawat dalam negeri telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Ini juga merupakan bukti nyata bahwa pesawat komersial produksi PTDI tidak hanya N219 saja, melainkan juga pesawat CN235-220 dan NC212i yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan komersial, sebagaimana yang akan diterapkan pada pesawat NC212i ini, di mana nantinya akan dijadikan sebagai pesawat Rain Making,” jelas Gita.

Captain Esther Gayatri Saleh
Test pilot PTDI, Captain Esther Gayatri Saleh (tengah) yang bertindak sebagai pilot in command ferry dalam penerbangan ferry flight dari PTDI menuju Thailand. (Foto: Dok. Humas PTDI)

PTDI menugaskan test pilot PTDI, Captain Esther Gayatri Saleh sebagai pilot in command ferry dan copilot Captain M. Iqbal Sayid dalam penerbangan ferry kali ini. Dikutip dari keterangan Humas PTDI, pesawat lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju Bandara Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru, Riau.

Kemudian, pesawat diterbangkan kembali menuju Bandara Internasional Hat Yai, Thailand, bagian selatan di dekat perbatasan Malaysia dan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir, yang kemudian akan dilaksanakan flight acceptance di Thailand pada tanggal 01 Juni 2023.

Baca Juga: Aksi Prajurit Yonif Para Raider 501/BY Laksanakan Latihan Taktis Tingkat Regu

Membahas perihal spesifikasi, pesawat NC212i merupakan pesawat angkut ringan dengan sistem avionik modern full glass cockpit dan autopilot. Pesawat juga dilengkapi dengan winglet, ramp door dan memiliki ukuran kabin yang luas jika dibandingkan dengan pesawat sekelasnya.

Sejak tahun 2014, PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat NC212i dan hingga saat ini terhitung sebanyak 122 unit pesawat NC212 series yang telah diproduksi dan dikirimkan PTDI ke berbagai customer, baik dalam maupun luar negeri, dari total sebanyak 606 unit populasi pesawat NC212 series di dunia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.